Pay It Forward : MLM Hati (Ceileee!)

November 28th, 2006 by dee-utami

Pay_it_1Judul         : Pay It Forward, Rangkaian Kebaikan

Pengarang : Cathrine Ryan Hyde

Penerbit    : Gramedia

Tahun       : 2001

Nah, seperti yang dibilang sebelumnya, Speechless dah! Baca buku ini tak seperti baca Potter ataupun Agatha Christie, apalagi Mary Higgins Clark.

Potter asik dibaca berulang-ulang, walau bukan keseluruhan buku. Hanya beberapa bagian, sebagai pengantar tidur (Hah?!).

Novel Agatha Christie, menurut pengakuan teman dq dan pengalaman pribadi, gak asik dibaca sebelum tidur. Menyeramkan (my pren says) dan bikin penasaran sampai jadi pusing (i say). Mana bisa tidur jadinya ! (Ember?!)

Beda dengan Mary Higgins Clark. Ini novel yang ngajarin dq cara membaca novel misteri dengan baik dan benar, Baca dari depan sampai belakang berurutan. Jangan intip endingnya dulu! Soalnya nih novel gak asik kalo sudah ketauan endingnya, beda dengan Agatha. Walau sudah ngintip endingnya, tetep ja dq penasaran dengan Mr. Poirot ituh.

Lah, si Pay It Forward ini gak bikin terlalu penasaran. Ceritanya juga tentang kebaikan dongeng yang sering diumbar sinetron dalam negri. Di luar logika! (EH?!). Tapi kenapa yah dq suka? Nah itu dia, Speechless gw! But, tetep kucoba jabarkan. Dimulai dengan sinopsisnya duluh!

Ceritanya tentang seorang anak bernama Trevor McKinney yang dapat tugas IPS dari gurunya, Reuben St. Clair. " Pikirkan tentang sebuah ide untuk merubah dunia dan laksanakan ide itu". (Apaan sih nih guru? Ngaco yah?!)

Nah si Trevor ini punya ide untuk bikin proyek yang dia sebut Pay It Forward alias Balas kepada yang Lain. Dia memilih tiga orang untuk dibantunya, dan masing-masing orang dimintanya untuk membalas kebaikan kepada tiga orang lain. Seterusnya begitu. Jadi semacam sistem MLM. Logikanya, pada tingkat ke-16 saja sudah 43 juta lebih orang yang akan mendapat sentuhan kebaikan. Dan dalam waktu sekejap, pada tingkat kesekian, jumlahnya akan melebihi populasi dunia. Itu artinya setiap orang bisa tersentuh kebaikan lebih dari sekali, berkali-kali bahkan sebelum ia dapat membalas ke yang lain.

Tapi itu logikanya.

Kenyataannya gak berjalan mulus. Orang pertama, seorang tunawisma yang diberinya uang  untuk membeli pakaian pantas agar ia dapat melamar pekerjaan, ujung-ujungnya masuk penjara.

Yang kedua, Mrs.Greenberg. Seorang nenek yang tinggal sendiri malah meninggal sebelum sempat melanjutkan rangkaian kebaikan itu. Padahal dialah yang paling diharapkan Trevor karena upaya penjodohan Si Orang Ketiga, gurunya sendiri, dengan ibunya, Arlene, tak semulus dugaan.

Hopeless kah Trevor?

Kecewa iya. Menyerah tidak.

Tapi itulah, ingat pepatah dalamnya samudra dapat diukur, dalamnya hati manusia siapa yang tau?

Itu yang terjadi. Setiap manusia masih punya sisi baik. Tak timbul ke muka mungkin karena tertutup asap egois. Tapi masih bisa disentuh oleh murninya ketulusan. Itu yang dilakukan Trevor.

Well, usahanya boleh dibilang sukses. Dapat penghargaan dari MR.President USA lagi! (Clinton, not Bush. Settingnya tahun 1992-2002). Penulisnya tampaknya menyelipkan slogan berjuang tanpa kenal menyerah.

Tapi…..

ya ituh! Endingnya. Peristiwa tragis, yang buat dq kembali bertanya, "Apa dibutuhkan tragedi dulu, sebagai momentum atau titik balik, untuk membuat kebaikan itu harus dilakukan?".

Ada bencana dulu daru nyumbang.

Kena HER dulu baru belajar (gw bangget?!duh….).

Atau kehilangan yang disayang dulu baru ….. (isi sendiri lah!)

Yup betul! Trevor tewas. Tapi setelah itu, kenangan dan penghargaan atas jerih payah Trevor dunia jadi lebih baik ( DALAM BUKU ITU). Bayangkan, bertebaran orang berbuat baik dimana-mana. Salah satunya diceritakan ada orang yang memberikan begitu saja mobilnya yang bagus kepada pengendara yang mobilnya mogok, yang udah seperti besi rongsokan, di tengah jalan.

" Nih, tuker! Kita barter aja. Mana alamat lu? Nanti gua kirim surat-surat mobilnya ke alamat lu."

Dan emang dikirim.

Emang ada ? Yah, ada aja lah. Di buku itu. Kalo di sekitar, dq tak pernah nemu yg begono.

Oh, oh, kalo dunia yang seperti memang ada, aku bilang inilah dunia paling layak untuk kita. Eh, pernah baca Mom I Love You? Ini buku kumpulan Esay anak-anak dan remaja. Hasil dari lomba Essay tahun 2004 dengan tema Menjadikan Dunia yang Layak Untuk Anak-Anak kalo gak salah.

Well, guys, menurutku dunia seperti dalam Pay It Forward inilah yang (cukup) layak bagi anak-anak (juga dewasa).

Oyah, nih buku juga sudah difilmkan oleh Warner Bros. Pemainnya Halley Joey Osment (Trevor), Kevin Spacey (Reuben), sama Hellen Hunt (Arlene). Dq belon nonton sih…

Tapi yang bikin rodo aneh dikit, si Reuben disitu kan digambarkan sebagai pria kulit hitam yang tampan, dan Arlene adalah wanita mungil dengan rambut gelap dan kulit seperti porselen (halah!), koq malah jadi blonde gituh yah?!

Well, no comment dulu lah! I’ve never seen it. Mungkin ada yang dah pernah nonton?

Salam pena tajam,

Desti.

Pay It Forward

November 28th, 2006 by dee-utami

What can I say about it? Ahhhh….Speechless nih! Better wait 4 tomorrow. Too much word i wanna say, overlaping jadi na! Lagipula “zat-zat tambahan”, semacam surfaktan bulletin penunjang or tween kalimat mutiara belum lengkap nih. Bisa- bisa jadi aneh (walah! Nih tulisan saija sudah sangat aneh!)

Yah…wait saja lah!

Salam pena tajam!
Desti-yang-naif-lagi-konsumtif halah!

Viewer : Love? Capeeekkk deh!!

November 11th, 2006 by dee-utami

Satu Fase kehidupan seorang teman kembali tayang. Satu lagi episode hidup, dan lagi, aku jadi seorang saksi. Seorang penonton yang duduk manis, dengan 1001 komentar tak terucapkan (seluruhnya). Bukankah kita tak boleh sembarang mengumbar isi hati?

Lalu yang kedua, episode lain. Tapi kali ini berperan sedikit. Satu di antara orang yang memberi sumbang saran. Satu dari beribu kata penghiburan serta penyemangat. Basi, mungkin. Tapi kuharap berguna, Teman. Itu tulus dari hatiku.

Apalagi kalo bukan yang disebut orang CINTA? Masalah klasik yang tak kunjung berakhir selama manusia masih bercokol di dunia ini. Entah kalo alien, yang kutaktau ada atau tidak. Kita andaikan saja manusia tak punya CINTA itu alien.

Nah, aku bukan alien. Karna aku CINTA Rabb-ku, Ortuku, si Adek Dodol Monyeng, d big family, n friends (Guys, love U!). Tapi kali ini dipersempit. CINTA pada si "dia",(umumnya) lawan jenis.

CINTA yang absurd, tak kekal, selalu ada ribuan rintangan bagi para pejuang cinta itu (halah!). Di saat sedang semangat, tak kunjung lelah mempertahankan CINTA itu. Tapi kalo kekuatan cinta itu tlah hilang (baca: putus cinta), maka habis sudah! Kandas!

Akibatnya, yah…kasian si rentan, hati, ini. Remuk redam, sakit, perih, nyeri karna luka.

Duh…capek yah?! Enakan tak usah mencinta dong! Biar tak sakit hati.

Kata siapa?

Lagi, makhluk Sok Tau ini berhipotesa :

Segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Ada sebab-akibatnya.

Punya empati, toleransi karna tau sedihnya tersakiti.

Berjuang untuk berhasil karna pernah mencicipi kegagalan.

Serangan badai cobaan membuat (sebagian) orang jadi tegar.

Bahagia dengan apa yang dimiliki karna pernah merasa kehilangan hal sangat berarti, ketika tak bersyukur.

Takut pada gelap karna pernah merasa amannya cahaya.

Lalu ketika gelap itu datang, kemana harus mencari cahaya?

Ah, susah aku menjawabnya, Teman.

Sampai saat ini pun aku tak tau bagaimana CINTA yang penuh cahaya itu. Ada yang bilang CINTA  yang sempurna adalah CINTA KEPADA ALLAH. Oleh karna itu, cintailah dia, makhluk-Nya, juga KARENA ALLAH.

Bagaimana caranya? Darimana tau kita mencintai seseorang itu KARENA ALLAH? Toh bila suka/ CINTA pada seseorang lebih sering karna keduniawian, dan itu manusiawi. Even if, CINTA karna dia alim, baik hati, tidak sombong, rajin menabung, nyebrang di zebra cross, etc (Halah! Gak Penting!), itu karna kita (okelah, aku!) memandang dia sebagai satu kesatuan manusia. Kucinta kau karna kau adalah dirimu! Apa itu termasuk CINTA KARNA ALLAH ?

Huff, jadi capek sendiri. Bergelung dalam kesendirian saat ini ternyata lebih nyaman. Mengingat dua episode itu dan pertanyaan yang sudah lama mengendap di hati tadi….

PS. Keduanya mempertegas keinginanku, satu ambisi yang bisa jadi bisa segera terwujud, bisa juga tidak. Tergantung kehendak-Nya. Tapi kuharap, apapun yang terjadi nanti, akan tetap yang terbaik. Insya Allah.

Kuras Emosi

November 4th, 2006 by dee-utami

Sebelas hari di kampung (rumah) lebaran kali ini ternyata cukup menguras emosi, habis-habisan. Untung tak sampe kering tuh sumur emosi!

Mulai dari kebiasaan jelek emak-anak yang suka perang kalo lagi rame ato sibuk persiapan ini-itu menyambut Hari Kemenangan (kata iklan di tipi sih, tapi apa bener daqu "menang" yah?!), sampe yang-dikira-sobat ato orang-yang-mengerti-aku-karna-sudah-kenal-itungan-taon ternyata malah mengecewakan! Orang yang paling berpotensi menyakiti adalah orang yang paling dekat dengan kita, lagi2 pernyataan itu benar!

Mana si adek dodol pake acara operasi sampe harus rawat inap di rumah sakit yang seperti di setting bangsal 13, hiii!! Tapi cepet sembuh ya coy?! Biar cepet masuk skulah, tak bosen tuh ngumprek di kamar sementara teman2mu asik menikmati masa muda?! Walah!Jayus!

Dapat petuah yang entah-bagus-ato-tidak dari Mahaguru Daddy n Mommy, Jangan pernah menggantung harapan pada orang lain, just believe Urself ja lah! Daripada dikecewakan…..

Tapi mom, dad,

Bahagia bisa terasa karna pernah merasa sengsara akibat kekecewaan kan?

Indah itu ada karna ada si jelek, jadi ada perbandingannya sehingga kita tau apa itu indah.

Berhasil or sukses karna terpacu oleh kegagalan.

Hukum sgala di dunia ini berpasang-pasangan . Juga teori Sebab Akibat.

Gimana bisa dipercaya orang sedang diri sendiri takut memberi kepercayaan ke orang lain?

Senangnya kebersamaan, perhatian dari orang lain bisa dirasa kalo lebih dulu beri perhatian ke sekitar kan ?

What should i do?

Percaya tapi setengah2, selalu siap siaga bila suatu hari dikhianati. Begitu?

Entah karna pengalaman idup yang masih secuil bila dibandingkan denganmu, tapi ku masih beranggapan Tebarkanlah kasih sayang, perhatian, percaya (walah!) pada sekitar, terutama teman2. Jangan berharap muluk bakal dibalas, toh kasih-Nya yang murni saja tak pernah habis tuk dinikmati.

Tapi kutau, daqu jg manusia biasa yang kadangkala-sungguh-sangat-egois. Bisa juga kuberada di titik kulminasi, dimana akhirnya merasa bosan, lelah, karna masalah kasih-tak-berbalas itu.

Ah, hubungan antarmanusia memang sulit kupahami! yuukkk!!

Triple S

November 4th, 2006 by dee-utami

Tulisan yang lagi-lagi sekadar iseng menjelang UTS,sempat2nya!!No hurt feeling yah?!

Triple S : Sebuah Lakon Tak Laku Tiga Aktris Kawakan "Si Usil,Miss.X & Miss.Y"

"Dont judge me from the socks!" batin kuberkata.

"….eh tumben lu pake spatu (shoes) cantik begitu,X!" kataku, si Usil

"….gak kebayang lah kalo Y pake celana (panjang), bukannya rok (skirt) ke kampus…" bisik Miss.X

Obrolan tentang Triple S di atas muncul (lagi) di awal kuliah setelah lebaran. Kenapa pas abis lebaran?

Karena baru pulang mudik, dan bertemu orang2 ato kluarga yang kalo hari2 libur biasa jarang ditemui. Makanya kadang ada kata keluar yang tidak sesuai selera hati (halah!).

Karena baru abis lebaran, jadi pada launching baju rayo (hehe^_^). Dan ada transformasi pada beberapa personil, yang tadinya kets mania(K^_^) jadi sdikit2 melirik ke si (sepatu) cantik. Yang tadinya skirt 4ever, jadi mau nyoba jeans hehe.

Eh, please deh bo’?!Tape’ deh gueeee…?!!

Ternyata, emang sifat alami manusia itu menilai seseorang/ org lain dari penampilannya dulu. Walau mati-matian menyangkal, pasti begitu. Bedanya, ada yang langsung mengekspresikan penilaian awalnya itu langsung, dan ada yang mencernanya dulu.

Makanya kalo mo ngelamar kerja ato anak orang (halah!) kudu memperhatikan penampilan, kata Engkong  Singkong dulu. Kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah Anda!

ABCDGY…Aduh Bo’ Capeek Deh Gue, Yuuukk!!

kalo soal penampilan n lamar2an itu okelah.

Tapi, apa cewek yang pake Skirt itu lalu tiba2 dia beralih ke jeans itu menandakan adanya suatu pemberontakan pada dirinya? Kalo ada kasus begini, pasti langsung disorot,"Tumben lu gak pake rok?!"

Dan muncullah berbagai spekulasi, yang dia lagi ada masalah lah, yang dia make rok gara2 pengen dianggap feminim lah, ato gara2 disuruh si dia lah trus mrk lagi clash lah, de el el.

Sedangkan si spatu (Shoes) cantik ini kayaknya fenomena lokal di kelas dah. Bahkan daqu sampe mikir, kalo seorang kets mania(k) mulai melirik si (spatu) cantik maka dia mulai beranjak dewasa. Mulai bersiap berubah penampilan untuk persiapan kuliah profesi. Walah!Hipotesis ngawur!

Nah, masalah socks ini mang agak sensitif deh kayaknya. Berhubungan sama apa yang sdh dipahami lalu diyakini. Daqu sadar masih setengah-setengah…

Dua S di atas (Shoes n Skirt) kayaknya membuktikan bahwa sebagian besar manusia masih kaku dalam menghadapi perubahan, terutama yang terjadi pada orang terdekatnya, ato di lingkungannya. Entah itu perubahan positp ato negatip, bahkan perubahan positip-negatip alias abu-abu (Mangnya ada?!Eh, tape’ deehh?!!)

Disadur dari kisah pribadi Si Usil, Miss. X & Miss.Y demi kepentingan pribadi, syukur-syukur orangl laen dapat manfaat, Amin!

Sistem vs Si Anak Bawang

October 3rd, 2006 by dee-utami

Tulisan berdasarkan kisah nyata dibalut hiperbola demi memenuhi niat iseng yang tak kunjung reda (walah!!)

Antara Sistem, Anak "Bawang" Baru, dan Kebenaran Itu Relatif, Sayang!!

Waktu masih jadi anak baru alias anak bawang, ada kalimat yang sering muncul dari mulut senior, "Kalau kalian memasuki suatu sistem, yang menyesuaikan itu kalian! Bukannya sistem!"
Hah?! Apaan sih?!Tapi….okelah, its up 2 u!!

Dan si anak bawang mulai berusaha beradaptasi dengan sang sistem. Tapi bukannya "jadi suai", dia malah ngerasa jadi bunglon yang muna’ (sadis!!). Kecewalah dia. Tapi otaknya yang kadang2 bisa tokcer tiba2 mikir, "Kalo ternyata ’sistem’nya yang SALAH gimana? Haruskah aku yang BENAR ini melebur dengan sistem SALAH ini?" (eh, tAnYa keNApa???)

Mmmm, tapi tunggu dulu!!
Darimana km tau kalo kamu itu BENAR dan sistem yang SALAH hayo?!!

(Sekarang qt masuk ke bagian yang membingungkan ^_^)

Sistem (organisasi,komunitas, kelompok, etc) itu kan terbentuk atas dasar kesepakatan "komponen2" di dalamnya. Bila mereka sepakat menyatakan yang SALAH itu BENAR, siapa yang ngelarang? Toh ini adalah kesepakatan (aturan main) mereka dan yang menjalani serta nanggung resiko juga mereka (kami)!

Mungkin mereka bakalan bilang, "Kalo mau gabung ikut cara kami, kalo tdk jauh2 ja sono!" (ah segitunya?!!^_^)
makanya bisa tercetus mantra "penyesuaian" tadi kali yee^_^

Lagipula, kebenaran itu kan relatif. Dipengaruhi oleh cara pikir/pandang si orang thdp si objek mslh. Dan ini dipengaruhi jg oleh pengetahuan/kedewasaan/pengalaman si orang, yang bisa saja berubah2 dlm kurun waktu singkat, bisa juga lama.
Yang awalnya dirasa BENAR,kok setelah dipikir2 ternyata SALAH ya?
Yang dulunya dianggap keBENARan tak terbantahkan ternyata sekarnag ada yang lebih BENAR lagi (bukan berarti yang dulu SALAH ^_^)
Yang tadinya dihujat habis2an bisa jadi dielu2kan (drastis kan?!pernah kayak gini dak?hayo ngakuuuuuu?!!)

Jadi……
"What should i do?" pikir si anak bawang. Berusaha ngelebur ke sistem aneh itu(kata siapa hayoo?!!) walau makan waktu lama ATAU jauh2 ja lah dari "lingkaran" aneh itu?

eh, dq jg bingung jwb apa klo ditodong begitu.
Tapi ada kok tips (yang diragukan kemanjurannya hahihuheho!!):
1. Cari tau dulu seluk beluk sang sistem.Jangan sampai termangsa kebenaran murni yang sdh ada pada dirimu, hai Anak Bawang! Pelajari, pahami dulu. Dah ngerti dan kira klop baru yakini dan amalkan (join). At least, pertahankan, waspada! waspada!
2. Hati-hati. Kalo ternyata sistem emang error, tinggalin!! Jangan sampai terkontaminasi lah!
3. Putuskan, terima resikonya. Kalo klop dek lu, bergabunglah dgn sepenuh hati dan te-ge-je-we-be. Kalo crash, (lagi) tinggalin ja lah! Ngapain buang2 energi. Tapi kalo tetep pengen "tinggal" di "lingkaran error bin bobrok" itu, terima resikonya. Pilihannya : Lambat laun jadi "komponen rusak" spt mereka! ATAU berusaha rubah mereka, yg mustahil terjadi.

"My hands are small, i know. But they r all my own" kata si Anak Bawang.
"and i’ll try it!never give up, chayoo!!" lanjutnya…

Hohoho, sebentuk ke’optimisan’ yang cenderung naif, yang nantinya kan luntur juga disiram waktu (eh…tAnYa KenaPa??!!)

Ya, Aku (Tidak) Mengerti!

September 18th, 2006 by dee-utami

Kalau kubilang, "Aku tau kok apa yg lg km rasain,so share it with me…"

Bohong itu!

Karna aku tidak mengerti, rasa sakit yang sedang kau rasa, Teman…

Ku tak tau rasanya, karna belum kualami

Tapi, apa harus merasakannya dulu baru kudapat pahamimu?

Bila arti kita selama ini memang teman,

tiada penghalang yang dapat tahan kau ‘tuk tumpahkan lara padaku

Namun, jika kau anggap diam yang kauinginkan saat ini,

Silahkan, Teman…

Lakukan apa yang kau suka

Karna aku juga hanya seorang yang canggung,

yang tak tau apa yang bisa kukatakan ‘tuk ringankan bebanmu..

Sebab kata bukan pilihanku..

Diam, tatapmu dari jauh, dan doa tulus ‘tuk kebangkitanmu

Jalan itu yang kupilih, ‘tuk diberi lentera berpendar cahya emas

Tapi bila kau suka datangiku dari jalan lain,

Silahkan, Teman…

Lakukan yang kau suka

Karna teman kan slalu dukung di saat rapuh,

agar tak jatuh terlalu dalam ke jurang keterpurukan….

Worst Term, Loser!!

September 18th, 2006 by dee-utami

Inilah dia semester teranjlok dalam sejarah, sampaai saat ini!!

Gimana semester 6 besok?! Moso’ dq musti nunggak SKS?!! OH…….noooooooooooo…..!!

Rantai carbon bertalian dimana…mana…..mana si sehat D tetep muncul walou dah diulang……amittttttt amitttttt!!DODOLLLL!!

Rasa Takut Itu Berjudul Kegagalan

September 16th, 2006 by dee-utami

Graduation day, on 16th September 2006. Pastinya senanglah para wisudawan/wati itu….

Tapi sebelumnya, pasti di balik keriaan itu ada segunung onak duri (halah!!) yang harus mereka lewati.

Emang pasti dan harus terjadi. Tapi ada kejadian beberapa hari sebelumnya yang lumayang bikin dq gak enak body and mind (apaan lagi…?!!).

Tepatnya ya kira2 dimulai hari Senin. Salah satu hari dimana mahasiswa yang masih disubsidi penuh oleh orang tua ini memutuskan dengan segenap-kesadaran-dan-kerelaan-teramat-sangat untuk bolos kuliah!(Jangan ditiru y temans2^_^).

Alesannya? Want to know …ajah!

Nah, sorenya dia eh dq memutuskan ‘tuk pergi les, tp sebelumnya mampir dulu k warnet. Disana (disini skrg^_^)  dq sobok alias ketemu dengan teman Y. Katanya si Y ini paginya 2 dosen gak masuk karna ngawas ujian apoteker. Trusz dosen ketiga jg cuma masuk sebentar, karna ngawas ujian jg. Beruntungnya dq……

Lompat beberapa hari kemudian,tepatnya hari Kamis tgl 14 September 2006, sekitar jam 2 siang lah, bertempat di mushalla MIPA baru "Rasa Takut Itu Berjudul Kegagalan" mulai merasuk ke otak. Pasalnya, siang itu dengan mata kepala sendiri(bukan punya orang ^_^ ah seriusz dunk?!!) dq liat sendiri gimana parahnya kegagalan dan mahalnya keberhasilan.

Siang itu, cukup banyak juga yang ujian (apoteker). Perlu diiingat, tgl 16-nya dah wisuda lho! Jadi, kenapa mepet gitu? Ya…ini ujian HER alias ngulang ujian yg sblmnya gagal. Selain itu, mhs apoteker gel.I taon 2005 kmrn emang banyak, kalo tak salah sampe 80 org ya?!

Nah, pas abis sholat, dq denger katanya ada yg pingsan gara2 dinyatakan gagal ujiannya…duh…

Eh, pas di luar mushalla lagi asik2nya ikat-mengikat tali sepatu, dq liat salah seorang uni ,yg duduk gak berapa jauh dari dq, lagi cerita2 sama temennya. Matanya merah, keliatannya abis nangis, gak tau nangis gembira atau kecewa. 

Lanjut, pas berdiri, liat uni lain yang lagi disalamin sama 2 orang temennya. Jreng! Tiba-tiba dia nangis, dq ngelongo liatnya….mana posisinya di atas tangga,jadi keliatan jelas. Tapi kayaknya dia nangis terharu gembira deh(mudah2an).

Belum lagi yang lagi ngumpul2 di kafe. Tapi gak pake derai2 air mata (keliatannya). Yang bikin kentara yah pakaiannya ja yg putih-item, ato ada beberapa yg dq tau dia mhs apoteker.

Intinya?

Gimana dq nanti yah?

Takut jadinya, apalagi klo denger cerita2 dosen yang ngebandingin mahasiswa sekarang dgn mahasiswa dulu alias beliau sendiri pas masih kuliah.

Yang dulu katanya kuliah tuh susah, tamat ja paling cepet 7 taon, mau masuk labor susah dan harus responsi dulu, langsung sama dosen penanggungjwab lagi. Lulus responsi baru bisa masuk labor. Di labor kerjanya sampe setaon, reagen bikin sendiri, gak kayak kalian (Kami, dq) sekarang….tinggal tetes, tinggal titrasi..

Kalo mo ujian apoteker tuh jurnal yang dikerjakan tuh 4, bukan 1 kayak sekarang

de el el lah!

dulu…dulu…kami dulu…

Kata2 yg akrab di telinga dari SMA…^_^

Yah, kalo emang sistem dulu emang menghasilkan lulusan yang benar2 berkompeten, buat apa sistem sekarang yang katanya mempermudah mahasiswa dibuat??!! Balik ja kayak dulu lagi, gak papa deh lama tamatnya (yang bener..?!!)

Dq sempet mikir gitu. Tapi di antara dosen-dosen yang ngomong seperti di atas (Banyak lho yg ngomong begitu, kayak trend ja!), ada juga yang ngasih motivasi, gak semuanya tapi sebagian lah.

Setiap jaman tuh ada tantangannya masing-masing. Kalo dulu tantangannya keterbatasan alat, cara, wasting time, dll. Nah kalo sekarang ya…tantangannya adalah gimana caranya menutupi kekurangan dari sistem instan ini, dengan menggunakan segala kemudahan yang udah dibuat/ diberikan pada mahasiswa.

That’s right. I think i knew it before she said it. Tapi karena keluar dari mulut beliau jadi dipertegas.

Akhirnya, direnungkan, coba dilakukan, tapi balik lagi, tetep ja ngerasa cemas, takut gagal itu menghampiri. Seperti kisah uni2 di atas (dak tau apa ada "uda" yg gagal. Terakhir dengar ada 18 org yg dinyatakan dalam ujian apoteker tsb )

Lingkaran Semu :Past

September 8th, 2006 by dee-utami

Bosan selalu seperti ini. Bisakah kuputus lingkaran semu ini? Ah……

Terlalu terikatdengan masa lalu,yang mungkin tak mau ‘tuk kukenang. Yang kini tlah berubah, punya kehidupan masing-masing, yang sudah terlalu sempurna hingga tak butuh si pungguk penuh kealpaan ini. Sesak……tak muat lagi.

Tak pantas disana.

Ataupun masa lalu yang tak kukenal, dan kucoba ‘tuk mengenalnya. Lalu apa yang terjadi? Penolakan, mentah-mentah maupun secara halus.

Tak pantas disana.

Its hurt….

Try to make it better, do all that funny things,

but, it doesnt work…at this time