Ode Untuk Sebodo

February 2nd, 2007 by dee-utami

Sinting, ya.

Gila, mungkin.

Karena lagi-lagi membahas topik ini.

Okelah, lagi suntuk. Dan kebetulan image nya bagus (foto, bukan topiknya).Love

Liat gambarnya, tulisannya.

Sekarang, kurasa norak. Entah nanti. Entah orang lain.

Beralih ke pertanyaan, "Percaya gak sama love-at-the-first-sight ?"

NO, thank u.

Entah nanti. Entah orang laen.

Sama dengan pernyataan, "Ku untukmu selamanya"

NO, I dont believe. Never.

Eh, tapi entah nanti, kalau tiba-tiba aq jadi makin gila.

Entah orang lain. Terserah.

Lebih baik kau nyatakan, "Saat ini ku padamu. Hanya itu yang bisa kujanjikan."

Oke, itu cukuplah.

Tapi sayang, tak pernah keluar juga dari mulut bijakmu.

Apalagi jurus gombal, karena sepertinya kau bukan tipe seperi itu.

Atau karena kau tahu aq tak percaya dengan hal itu.

Entah, apa aku yang jadi makin sinis.

Tapi situasi akhir-akhir ini yang membuatku jadi tak percaya gombalmu, bahkan rasionalitasmu.

Terimakasih!

Sore Ini Aku Baik-Baik Saja

January 27th, 2007 by dee-utami

Ya, begitulah.

Sore ini aku baik-baik saja.

Masih seperti kemarin.

Dan kemarinnya lagi.

Entah esok hari. Entah lusa nanti. Entah.

Ah, seperti lagu Iwan Fals.

Tapi memang begitu keadaannya.

Mau bagaimana lagi?

Karna kau tak pernah tanya apa kabarku,

maka aku yang beritahu kamu kalau aku baik-baik saja.

Karna kau tak pernah mau tahu apa kabar hatiku,

maka aku ragu ‘tuk tanya isi kepalamu.

Dan karna kau seperti tak kenal aku,

untuk apa aku tunggu kamu lagi.

Ya sudahlah.

Begini saja.

Kita biarkan saja mengawang-awang, tanpa kejelasan atau kepastian.

Toh akhirnya waktu nanti akan menjawab juga,

walau entah berapa lama.

Ya sudahlah.

Kalau mau mu begitu.

Berapa banyak korban,

atau betapa sakitnya,

mana mungkin kau peduli!

Ya sudahlah.

Betapa pun sinisnya aku saat ini,

yang pasti,

sore ini aku (masih) baik-baik saja.

Prefer…to…

January 22nd, 2007 by dee-utami

I prefer comedy to horror.

But, I prefer horror to romance!

Yaiks! Meskipun kalo nonton pilem horor lebih banyak merem daripada melek-nya, dq tetep pilih tuh pilem. Daripada roman picisan? Capek gw nontonnya!

<Lha kok esmosian gini jadinya?>

Yah, berhubung libur (yang lumayan lama, 2 minggu bo’!) dq n Miss G ketemuan tadi di Saimen. Setelah ngalor ngidul ala rumpian-hot-tante-tante selama lebih kurang 1 jam, dengan pertimbangan berdasarkan kesenangan qt memutuskan untuk nonton. Dengan syarat, no horror.

Maka dengan langkah malu-malu dua cewek baek ini menuju 21<nyang pake Telanai depannya>. Sayangnya, pilihannya cuma 2, si serem dan si picisan.

"Oh, alangkah sulitnya memilih.." batin dq.

"Kyk mano, Cin?" Miss G bertanya padaku.

Dengan mata berkaca-kaca (hueks!) akhirnya aq memutuskan, "Ya sudahlah, pilem (horor) itu ja."

Kami pun akhirnya nonton, diiringi teriakan-teriakan norak para ABG<norak banget dah!>. Dan betul saja, dq kebanyakan merem atawa tutup muka dibanding meleknya, itupun ngintip dikit-dikit lewat sela jari.

Ah, dq memang kurang suka pilem horor. Tak baik untuk kesehatan jantung.

PS. Oke, jujur, dq takut sih…^_^

Ini teh…susu!

January 15th, 2007 by dee-utami

Yah, semenjak baca artikel "Suka Minum Teh? Jangan Tambahkan Susu" di http://www.iatt.web.id/umum/suka-minum-teh-jangan-tambahkan-susu/2007/01#more-19 dq jadi penasaran. Ketemu juga akhirnya situs yang menjelaskan penelitian (masih penelitian lho!) ini.

http://www.rileks.com/lifestyle/detnews/9012007045103.html

Coba juga http://www.food-info.net/id/qa/qa-fp120.htm

Tapi situs ini lebih menjelaskan tentang teh honeybush.

Kesimpulan sementara, konsumsi teh memang lebih baik tanpa menggunakan susu. Cukup teh saja. Keterangan mengenai hal ini bisa dibaca di situs di atas.

Mengenai apakah susu kedelai juga menghalangi efek teh hitam ini, yang jadi salah satu komentar, dq masih belum dapat keterangan pasti. Masih meragukan. Pasalnya, setau dq, kedelai juga memiliki khasiat sebagai antioksidan. Sama dengan teh hitam.

Jadi, apakah dua bahan berkhasiat sama akan saling meniadakan efek ?
Bisa ya bisa tidak.
Pastinya?
Gak tau. Makanya, apakah di antara teman-teman ada yang tau lebih lanjut tentang hubungan efek teh hitam (ato segala jenis teh) dengan susu kedelai ini? Mohon bantuannya yah…^_^

Wild Cat

January 9th, 2007 by dee-utami

Yah, satu lagi dampak komik yang baru kebaca. Sempat2nya, lagi musim UAS kan? Ya sutralah. Gimanapun ringannya buku (komik) yang kebaca, tapi tetep ada "makna", dalem atau pun dangkal, SutRalah booo’?!!

Wild Cat II

Ini salah satu cerita dalam komik yang judulnya Wild Cat. Daqu lupa pengarang dan penerbitnya. Yang pasti bukan terbitan Elex (rasanya sih…)

Images

                               

 

Berkisah tentang seekor anak anjing golden retriever, Tonggu. Sewaktu baru dilahirkan, majikannya mengangkatnya sambil berkata, "Yang ini sepertinya bisa ‘jadi’.."

Tapi, "Croott..!!" Eh, ternyata si Tonggu pip ke arah majikannya. Dan selang beberapa minggu setelah lahir dia dipisahkan dari induknya, Lady, dan diasuh keluarga lain.

Penyebabnya ? Who knows….

Lalu Tonggu disuh oleh kakak-beradik yang cantik-cantik. Di hari pertama insiden pun kembali terjadi. Tonggu muntah ke arah majikan barunya sewaktu lagi dipeluk secara bergiliran oleh mereka.

Beberapa hari kemudian Tonggu pun kembali diserahkan pada orang lain, kali ini pada petugas (Balai Kesehatan)….

Dan Tonggu pun berpindah-pindah dari satu penampungan ke penampungan lain…

Satu waktu, Tonggu diasuh oleh Pak Satake, tetangga Ryuichi (tokoh utama cerita sebelumnya) yang majikan dari Caesar, singa dengan kelakuannya kadang mirip kucing kadang mirip anjing^_^.

Disini Tonggu cukup disayang. Dan karena "pengalamannya" pindah dari satu penampungan ke penampungan lain, dari satu majikan ke majikan lain, Tonggu jadi "bos"nya Caesar walaupun dia lebih muda dari Caesar yang "lemah" itu.

Suatu hari ketika Tonggu sedang bermain dengan Caesar, ada seorang gadis kecil yang tertarik dengan ke"imut"an Tonggu. Tonggu pun diculik oleh si gadis kecil,Aira, yang ternyata ‘broken home’ (halah!). Rencananya Aira akan dimasukkan ke asrama oleh papanya. Tapi Aira kabur dengan membawa Tonggu.

Tonggu sebenarnya "nggak mau". Tapi Aira benar-benar anak yang cerdik, sampai-sampai mendandani Tonggu dengan jumper dan sepatu bayi agar dikira adiknya.

Namun, bukan Tonggu namanya kalo tidak bisa kabur. Dia melompat sewaktu mereka akan masuk ke kereta. Tonggu tidak ingin pergi karena selalu teringat Pak Take yang berkata, "Nek, ini Tonggu sudah pulang.."

"Orang ini sepertinya benar-benar menyayangiku.." pikir Tonggu. Tonggu pun berderap pulang ke rumah. Dan dia disambut dengan derai air mata oleh Pak Take yang keliatannya sangat cemas. Di sana juga ada Ryuichi dan Caesar yang juga khawatir.

Tapi…

"Anda sudah siap, Pak Take?" suara seorang tak dikenal terdengar. Ternyata Tonggu akan kembali "dipindahtangankan".

Kembali berhadapan dengan suasana muram itu…

Tonggu tak mau. Dia pun kabur, kembali ke stasiun tempat Aira yang menginginkannya. Dan Aira masih di sana, tersedu-sedu.

"Ini orang yang sebenarnya menyayangiku…" mungkin begitu pikir Tonggu. Yah, Aira terlihat senang melihat Tonggu kembali.

Tapi…orangtua Aira muncul, menjemput Aira dan berkata mereka akan kembali bersama.

Aira senang, dan Tonggu

terlupakan. Hanya berdiri menatap mereka sambil mengibas-ngibaskan ekornya (adegannya itu…)

Tonggu kembali sendiri.

Esoknya, Tonggu yang telah ditemukan kembali oleh Pak Take dan "petugas" dengan bantuan Caesar, dibawa pergi. Kali ini dia tidak lari.

Pasrah menghadapi jalan di depannya.

Bertemu orang yang dikira benar-benar menyayangi, tapi akhirnya "mencampakkan" ! (dalemmm…)

Waktu berlalu, enam tahun…

Tonggu bertemu lagi dengan Ryuichi dan Caesar. Tapi keliatannya mereka tak mengenali Tonggu. Karena kini Tonggu bukan lah anak anjing yang imut, tapi sudah menjadi anjing dewasa yang gagah.

Ya, Tonggu adalah "anjing pembimbing". Kenyataannya Tonggu dari kecil dipersiapkan untuk jadi anjing pembimbing. Hanya yang terbaik yang bisa, dan Tonggu salah satunya. Tonggu memang harus dipisahkan dari induknya sejak kecil, dan sejak itu dirawat oleh para relawan anggota "Puppy Powers". Salah satunya Pak Satake, kakak-beradik cantik itu juga.

See, selalu ada hal baik, kenyataan sebenarnya, di belakang hal-hal buruk yang menimpa Tonggu (me, duhh…)

Sekarang Tonggu punya majikan yang baik. Walaupun buta, ia dapat "memahami" Tonggu.

"Mungkin, segala pengalaman dipeluk banyak orang, lalu ‘dibuang’ adalah jalan menuju orang ini. Untuk bertemu orang yang mengatakan,’Kita terus bersama ya? Mau kan, Tonggu’ seperti yang selalu diucapkan Ryuichi pada Caesar…Orang inilah yang akan mengatakannya padaku," begitu pikir Tonggu di akhir cerita.

Melankolis dq jadinya pas baca nih cerita! O M G!

Kamoshika; PNS kereeen!!

December 24th, 2006 by dee-utami

Hoho, nemu lagi komik "baguuusss!". Sudah lama daku pengen nulisin tentang komik satu ini. Tapi belum sempat dan masih penasaran endingnya.

Ternyata penantianku tak terlalu lama hoho…! Cukup sampe jilid 6 dan tamat! Eng ing eng…

Sunday_kamoshika

Kamoshika by Muraeda Kenichi

Nih komik nyeritain tentang pemuda penuh semangat, baru lulus SMU. Ia diterima menjadi PNS di kantor walikota Sakaue, di Divisi Manuver Khusus. Wow. keren! Dari namanya gimana….gituh!

Tapi nyatanya, ini divisi yang lebih sering nganggur. Ya, mo gimana lagi, segala kerjaan sudah ada divisi lain yang menangani. Terima gaji buta, kalo istilah disini.

Nah, si Sanpei tokoh kita ini ngerasa gak tenang. Jiwanya memberontak (hoho!). Soalnya dia ngerasa bakal ngerjain hal-hal yang keren, eh nyatanya malah bengong seharian.

Apa tindakan Sanpei?

Well, inilah hebatnya dia. Kebanyakan orang (mungkin) gak mau ambil pusing. "Toh gak ngerjain apapun bakal terima duit, ngapain musti repot-repot?" Sanpei malah nyari kerjaan sendiri. Dia ngebongkar selokan sepanjang kota untuk menemukan Kira si kura-kura milik seorang anak kecil. Kemudian memperbaiki selokan tsb lagi.

Kurang kerjaan yah? Tapi itulah Sanpei. Dan tindakannya malah menginspirasi walikota yang nyentrik untuk membentuk Divisi Kamoshika.

Kamoshika berarti rusa, tapi dari kanjinya bisa diartikan kira-kira begini:

Kalau ada pekerjaan sulit, hanya dan hanya Kamoshika yang bisa mengerjakan. (gak persisi begono dah!)

Dan dimulai lah hari-hari Sanpei Momokuri di kota Sakaue yang sangat disukainya. Berbagai masalah datang, yang dihadapi Sanpei dengan kepolosan dan kebaikan hatinya.

Rasanya tokoh Sanpei ini belum pernah lah kutemui di sekitar. Apa memang masih ada orang seperti Sanpei ya? Salut deh sama Sensei Muraeda Kenichi! Memang dq baru baca satu komik beliau. Pernah lihat yang lain, judulnya Outfield. Mungkin lain kali. Yah, bertambah lagi satu pengarang favoritku ^_^

Victory needs Victims

December 24th, 2006 by dee-utami

Untuk mencapai impian butuh pengorbanan.

Oke.

Untuk mencapai impian butuh korban.

Mmm ?

Untuk mencapai impian butuh korban-koban.

Hah?

Untuk mencapai impian butuh korban-korban.

Korban ? Sapi? Kambing? Lebaran haji yah?!

Haha… lucu, kau kira ya?

Tapi jadi tak lucu kalau kau baca kisah berikut. Mungkin sudah pernah bahkan sering didengar. Sampai terkesan klise. Tapi tak apalah! Sebagai pengingat sebelum alpa.

Namanya Soya. Seorang anak muda penuh semangat, cita-cita, dan ambisi sekaligus idealisme khas anak muda. Ibarat kue baru keluar dari oven. Anget-anget.

Dia baru lulus SMU favorit di kotanya, dengan nilai lumayan memuaskan. Dan keterima di salah satu PTN bergengsi di luar pulau. Wah, bangga dong! Apalagi orangtuanya.

Sudah terbayang masa depan yang cerah bagi anaknya, dan harapan kelak dia bisa membahagiakan mereka di haru tua nanti. Tapi tak urung petuah,agar senantiasa memohon petunjuk dan perlindungan hanya pada-Nya,diberikan pada anak tercinta. Berikut bekal materi dan nasehat-nasehat laen yang "ortu buanget!"Dan berangkatlah Soya menuju negri perjuangan, kawah candradimuka.

Singkat cerita,empat tahun pun dilaluinya dengan gemilang. Bukan berarti tanpa hambatan. Tapi selalu dapat dilaluinya dengan mudah, adakalanya dengan susah payah. Semuanya jadi kenangan pemacu semangat untuk hari nanti, batinnya optimis.

Setelah empat tahun, adakah yang berubah pada diri Soya?

Pasti ada. Manusia itu bergerak dinamis, senantiasa beradaptasi dengan lingkungannya. Jadi Soya anak sekolahan beda dengan Soya (eks)mahasiswa. Sekarang, Soya adalah Soya yang lebih dinamis, berpandangan luas, dan lebih "toleran" dengan keadaan.

Salah satu bentuk toleransi Soya dewasa ya ini :

"Bukannya kita harus siap berkompromi dengan keadaan kan?" batin Soya ketika ia ditawari pekerjaan bergengsi, tapi dengan persyaratan yang kalau dulu bakal ditolaknya mentah-mentah!

Ya, Soya si muslimah penuh semangat itu diharuskan melepaskan jilbabnya karena dikhawatirkan (katanya!) bakal menghambat kinerjanya nanti. Maklum, kliennya banyak orang asing. Dan pendapat mereka tentang muslim itu kurang baik (Kata Siapa?!!). Itu salah satu alasan si bos, segabrek yang lain masih ada.

Yah….Soya berkompromi. Dan pekerjaannya sukses, penghasilan melimpah, kebanggaan didapat karna dalam usia semuda itu sudah sukses. Kata tetangga-tetangga di kampung. Bangga dong ortunya Soya?!

Ya…iya sih. Tapi….

"Sedih juga, tuh anak jadi keduniawian terus. Akhirat nya keteteran. Khawatir ibu, pak!", keluh ibu Soya pada suaminya.

"Anak itu kan sudah besar, Bu. Sudah bisa bertanggungjawab pada dirinya sendiri. Ibu jangan terlalu khawatir, dia kan nggak pernah berbuat aneh-aneh." jawab Bapak.

"Tapi tetap saja, Pak. Kewajiban utama itu pada Allah. Bukan mengejar target, yang tak habis-habisnya. Coba deh Bapak bilang sama Soya." bilang Ibu lagi.

"Lah ibu saja yang bilang kenapa?" hindar Bapak.

"Dia kan lebih manut omongan Bapak. Kalau sama ibu susah, ada aja jawabnya. Bapak ajalah yang bilang! Ya Pak?! Ya?!" tuntut Ibu.

"Iya, iya. Nanti bapak bilangin." kata Bapak akhirnya.

Dan apa jawab Soya ketika dinasihati Bapak tentang urusan dunia-akhirat itu?

" Pak, bukannya setiap impian, cita-cita itu butuh pengorbanan? Besarnya kesuksesan yang didapat itu berbanding lurus dengan pengorbanan yang dilakukan. Soya cuma ngelakuin hal itu kok. Soya cuma bekerja lebih lama dari orang lain di kantor ini, makanya Soya bisa dapat posisi ini sekarang."

"Lagian Pak, Soya tetep Salat kok walau sering telat, tetep puasa, tetep zakat. Apalagi? Soya tetep inget kok kalau Tuhan itu ada."

"Tapi nak, coba lihat diri kamu sekarang. Jilbab kamu lepas. Sama tetangga gak ramah. Gak sungkan-sungkan menghalalkan segala cara untuk dapatin yang kamu mau…"

"Pak! Kok masalah itu diungkit-ungkit lagi! Sudah lama. Itu cuma bentuk pengorbanan Soya supaya bisa dapat pekerjaan ini. Lagian cuma pakaian kok, Pak! Apa gunanya kalo ketutup tapi hatinya busuk! Banyak kok yang begitu di sekitar Soya…bla…bla…bla…"

Astaghfirullah! Itukah yang namanya pengorbanan?

Menggapai impian itu memang butuh pengorbanan.

Tapi, membuang perintah-Nya dengan alasan pengorbanan untuk hal yang fana. Lantas menghujat saudara sendiri sebagai pembenaran. Bukan pengorbanan itu namanya. Tapi kesombongan.

Kalau yang "ketutup" itu busuk, bantu dong supaya wangi! Jangan malah "dibuka", nyebar kemana-mana baunya nanti. Malah mencemari wangi-wangi yang lain! Lagian, emangnya bungkus tape?!

Ah, esmosi gw jadinya!

Ronde I

December 9th, 2006 by dee-utami

Nah, Ronde I.

20 tahun pertama hidupku.

Entah kenapa batas usia "sakral" bagiku itu 20, bukan 17.

Menjelang 20 itu, aku teringat jejak masa silam. Dalam (hampir) 20 tahun ini, rasanya aku hanya berarti bagi sendiri. Semua usaha, toh ujung-ujungnya juga nyangkut kepentingan pribadi berjudul kepuasan.

Dari jaman TK, SD, SMP, sampai SMA lempeng-lempeng saja. Masalah terberat paling… apa yah? Sekolah? Gak juga. Keluarga ? Mmm, gak lah kayaknya.

Untuk 17 tahun pertama hidupku,aku bersyukur pada-Mu ya Allah.

Oya, pernah satu kali sewaktu kelas 2 SMA aku sempat "mogok". Rasanya saat itulah pertama kalinya kukenal kata mumet alias stress ^_^. Selanjutnya, yah… paling mumet gara-gara ujian. Jadi inget masa-masa kelas 3 dulu….^_^

Untuk masa 3 tahun itu yang indah itu, aku bersyukur pada-Mu ya Allah.

Satu lagi, aku pertama kali kena cinlok di SMP. Tapi menjadi-jadi pas SMA juga. Biasalah, cerita usang. Yang kalo diingat-ingat lagi bikin nyengir sendiri.

Untuk cerita usang yang berlangsung bertahun-tahun itu, aku bersyukur pada-Mu ya Allah.

Selepas SMA, baru terasa apa itu kegagalan berujung kekecawaan. Yah…gara-gara gak lulus SPMB pilihan I aku sempat "mogok" lagi. Tak tanggung-tanggung, 1 tahun. Jadinya, kehidupan awal kuliah yang carut-marut. Dampaknya masih terasa saat ini.

Untuk 1 tahun carut-marut itu, aku bersyukur pada-Mu ya Allah.

Sekarang, tahun ketiga. Periode tanggung, yang labil sekaligus tersulit. Tapi, bukankah aku punya tanggungjawab pada orangtua ?

Untuk segera menyelesaikan masa ini.

Untuk membawa hasil yang baik.

Untuk bekal membahagiakan mereka di hari nanti.

Untuk bekalku mengabdi pada khalayak nanti.

Mudah-mudahan bisa kulaksanakan, atas seijin-Mu. Amin.

Untuk kesadaran ini,

Untuk semua nikmat-Mu,

Untuk masa-masa terbaik dalam hidupku,

Untuk orang-orang yang kusayang dan menyayangiku

Untuk orang-orang yang telah berjasa dalam hidupku,

Untuk mereka yang telah remuk-redamkan hatiku sekaligus membentuknya jadi lebih tegar,

Untuk mereka yang telah memberi warna hidupku,

Untuk keluarga bahagia yang telah Kau berikan padaku,

Untuk teman-teman terbaik dalam hidupku,

Untuk semuanya,

Untuk 20 tahun hidupku,

Aku bersyukur pada-Mu ya Allah. Terimakasih.

Mukadimah

December 9th, 2006 by dee-utami

Bisa tidak hidup itu diibaratkan perjalanan?

Bisa.

Oke.

Hidup itu perjalanan. Berangkat dari titik nol menuju muara, akhirat.

Berawal atas kehendak-Nya. Berakhir pun atas kehendak-Nya.

Nah, metode manusia untuk menjalankan hidupnya berbeda-beda. Tergantung apa yang dipahaminya tentang tujuan hidup.

Oke. Sekarang kita ngomongin apa pendapatku tentang hidup.

Tertarik?

Bagiku, hidup itu ya …. proses menuju kampung akhirat, muaranya ke kebahagiaan abadi, atau penyiksaan sepanjang masa.

Dalam menjalaninya, yah… tak cuma kepentingan akhir itu saja yang harus diperhatikan, tapi juga duniawi, tempat dimana aku tinggal saat ini.

Tapi, dalam menjalani duniawi ini, sebenarnya itu juga ibadah menurutku. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup itu ibadah. Menuntut ilmu, dunia apalagi agama, sebagai "bekal" juga ibadah.

Intinya, jalani hidup sebagai ibadah.

Punya pijakan,landasan kuat, yaitu agama, agar tak tersesat.

Pay It Forwad : D Articles (Lempar Sana Lempar Sini)

November 28th, 2006 by dee-utami

Sebelumnya saiya mau berterimakasih pada yang bulletinnya bersedia untuk dicomot (Walau katanya tak ada hak ciptanya jadi silahkan saja ^_^). Hehe, thanks kak!

Lempar Sana sini, Gih!

Dedicated 4 Monyeng

Baca deh comotan bulletin berikut . Terserah mau diikutin instruksinya ato gak. Terserah Anda, Coy?!

Psikotest ini diambil dari email
internet,
diterjemahkan oleh orang tersebut dari
bahasa
asalnya Japanese. Anda akan menemukan
hasil
yang sangat mengejutkan. Orang yang
memikirkan
game ini, konon sesudah membaca mail
ini,
harapannya dapat terkabul. Pasti anda
akan
terkejut melihat hasilnya.!!!
Cuma janji dulu, JANGAN MEMBACA JAWABAN
DIBAWAHNYA TERLEBIH DAHULU.
ISI DULU INSTRUKSI YANG DIMINTA.
BACA SATU PARAGRAF DEMI SATU
PARAGRAF.
Pertama-tama siapkan bolpen dan kertas.
Waktu memilih nama, anda harus memilih
orang
yang anda kenal. Jangan terlalu banyak
mikir,
tulislah apa yang ada di kepala anda.

INGAT : Maju satu paragraf per
paragraf.
Kalau anda membaca kelanjutannya,
Permohonan
anda tidak akan terkabul.
1.. Pertama-tama tulis angka 1 sampai
sebelas di
kertas anda secara vertikal (atas ke
bawah)

2.. Tulis angka yang paling kamu senang
(antara1-
11) disebelah angka No.1 dan 2

3.. Tulis 2 nama orang (lawan jenis)
yang kamu
kenal, masing-masing di No.3 dan No.7

4.. Tulis 3 nama orang yang kamu kenal
di No.4, 5,
dan 6. Disini kamu boleh menulis nama
orang di
keluarga, teman, kenalan. Siapapun OK.
Cuma
harus yang kamu kenal

5.. Di no.8, 9, 10 dan 11 kamu tulis
nama judul
lagu yang berbeda-beda

6.. Terakhir, tulis kamu punya
permohonan.(Kamu
minta permohonan)

NAH……… dibawah ini ada jawaban
dari psikotest-
nya mudah-mudahan cocok jawabannya.
1.. Anda harus memberitahu ke orang
yang
anda
tulis di No. 7 tentang psi kotest ini.
2.. Orang yang anda tulis di No.3
adalah
orang
yang kamu cintai.
3.. Orang yang anda tulis di No.7
adalah
orang
yang kamu suka, tetapi bertepuk sebelah
tangan.
4.. Orang yang anda tulis di No.4
adalah
orang
yang anda rasa paling penting bagi
anda.
5.. Orang yang anda tulis di No.5
adalah
orang
yang paling mengerti tentang anda.
6.. Orang yang anda tulis di No. 6
adalah orang
yang membawa keberuntungan pada anda.
7.. Lagu yang anda tulis di no. 8
adalah
lagu yang
ditujukan untuk orang No.3
8.. Lagu yang anda tulis di no.9 adalah
lagu yang
ditujukan untuk orangNo.7
9.. Lagu yang anda tulis di no.10
adalah
lagu yang
melukiskan apa yang ada di hati anda.
10.. Terakhir, lagu yang anda tulis di
No.11 adalah
lagu yang melukiskan hidup anda.

BAGAIMANA APAKAH CUKUP
JITU ??????
Anda harus mengirimkan email ini ke 10
orang dalam waktu 1 jam. Dengan begitu,
permohonan anda akan dikabulkan. Kalau
anda
tidak mengirimkannya, niscaya
permohonan
anda

akan terjadi yang sebaliknya.

Sudah? Gimana?

Kalo kusebut lempar sana sini, boleh? Kan forward2-an gituh…

Nah bandingkan dengan lempar sana sini nya si Trevor.

Beda gak?

Nah Desti sok tau mau mencoba beropini, sekaligus mengeluarkan apa yang selama ini terpikirkan kalo nerima forward-forward-an semacam ini.

Sering dq dapat, entah email entah bulletin di fs, yang ujung2nya sebarkan ke yang lain. Awalnya dibiarin. Tapi setelah menuh-menuhin inbox yang bikin kesel. Yo, wis. Aye delete saja tanpa banyak cingcong (lagian mau cingcong-an sama siapah?). Tapi kalo kompi tiba2 banyak gaya, ya….sebelnya nambah.

Ya sebatas ituh. Sebel karna nambah kerjaan ja. Dikit . Tapi makin lama makin banyak jenis ujung2nya sebarkan ke yang lain muncul. Entah yang isinya sempat terbaca, baik atau cuma ngaco, penting gak penting, sampe yang bikin nyengir (seperti contoh di atas ^_^) atau pun yang bikin monyong.

Kenapa yah ?

Fenomena apa ini?

Itu artinya, orang makin kreatif,dalam sisi positif apalagi negatif. Lempar sana sini dipakai untuk nyebarin info, joke2 segar, eh undangan nikah juga pernah (Heran, koq diFW ke gw,jeng?!^_^)

Si negatif ini yang bikin males. Isinya gak jelas, pake anceman lagi ujungnya. "Sebarin, kalo gak gw teror lu!"

Jibang!

Tapi, seperti juga tulisan persuasif lainnya, metode FW-FW-an ini juga tujuannya mempersuasifkan orang lain. Urusan yang baca mau percaya atau gak sama yang ditulis ya terserah artis lah! Kerelaan untuk mem-FW kan juga terserah artis.

Cuman, guys, yang diFW-kan jangan yang model begindang lah! Serem tau?! (Nyeng, ngerasa gak lu?!). Lucu kayak yang di atas, yg "bener" kek! Atau yang mulia kayak si Trevor kek!

Lho, kok jadi nyindir ginih yah?!

Yah tapi mudah-mudahan si Monyeng mau mengerti dan memaapkan kesalahanku karna menjadikan dia topik blog minggu ini (hoho!), walou sudah diwanti2 plus ancaman dahsyat, " Jangan! Gw kutuk jadi kodok lu !"

Lu ja yg jadi kodok, Nyeng!

Salam kodok untuk Monyeng,

Desti