Mari Bergembira

Pagi berujung mendung

tandanya Senja kan kelam, Sayang.

Mentari lebih memilih sembunyi di balik awan

kelabu jadinya, Sayang.

Bila nyatanya akhir kita juga seperti itu

apa boleh buat, Sayang.

Tapi kalau bisa

jangan, Sayang.

Lelah kan kau berjuang demi identitas kita, Sayang.

Yang bertahun kau dan aku perjuangkan

dengan riak semangatmu

dan ruahnya asa ku.

Jadi, mari terus kita perjuangkan, Sayang.

Tak ada kata henti,

karna ku tak mau mulai lagi, yang kali ini dari minus.

Saat ini,

biar ku jadi smangatmu

dan kau jadi asa ku.

Mari Sayang, kita Bergembira!

–di antara teriknya mentari dan kelabunya hati–

Leave a Reply