Dear D

04022007

10pm

Dear D,

Tadi pagi aku denger berita di radio, Persaudaraan Anak Jalanan Indonesia memberikan sumbangan untuk dana reboisasi kepada Pemkot Bogor. Katanya ini bentuk keprihatinana mereka atas musibah banjir yang melanda Jakarta.

Tuh Kan?!

Mereka yang sering dianggap sebelah mata bahkan mengganggu saja masih bisa memeberikan "sesuatu". Apalagi, seharusnya, orang yang ber"status" LEBIH dari mereka. (Ugh, padahal semua manusia itu sama di mata-Nya, kecuali iman masing-masing kan D?…)

Jadi, apa yang harus kita lakukan?

Ganti, apa yang bisa AKU lakukan ya, D?

Start Right Here, Right nOw, from The Simple Things.

Mungkin sudah sering denger (ya, aku sering denger kok D. Tapi lebih sering ‘lewat’ begitu saja. Tahu tapi tidak (baca:malas) mengamalkan.

Yah…karena sering dengar, berkali-kali, siapa tahu suatu saat, suatu kali jadi "tergerak". Atau ketika sudah mengamalkan, tapi selang waktu jadi terlupa, nah… jadinya teringatkan ( kata P’Haji).

Seperti aku, dulu pernah beresolusi akan nabung 10persen uang bulanan (catet..). Eh, kandas hanya dalam tempo 2 bulan!

Mmm, sekarang, karna berita di atas, jadi malu sendiri nih, D. I’m not a supergirl, bukan aktivitis berjiwa sosial, bukan sukarelawan penuh toleransi, bukan donatur apa-apa (masih ‘nadah’ nih!).

Tapi, seperti kata P’Haji (lagi), yang penting niat yang kemudian dilanjutkan dengan usaha, D (Walau belum tentu niat itu disambut baik kan P’?_?). OKI, aku ganti resolusi sekarang nih,D ! (hehe ^_^)

1. Hemat listrik.

Kenapa?

* Well, simpel. Bisa langsung diterapkan di rumah, di kos. Zontohnya, tau sendiri lah,D. Pake lampu nya hemat, atur jadwal nyetrika(tidak-setiap-pagi-apalagi-kalo-musim-ujian, baju putih itu^_^). Yah…yang kecil-kecil dulu lah, D.

* Dari iklan layanan masyarakat di radio juga, dianjurkan menghemat pemakaian lampu, terutama dari pukul 17:00-22.00. Dimisalkan menghemat 50 watt (2 lampu) per rumah saja, sudah bisa menghemat 350 Mwatt untuk wilayah Sumbar loh, D.

Ayolah, walau kita pake air alias PLTA, Danau Singkarak tuh sudah makin kering! Apalagi mengandalkan SDA tidak dapat diperbaharui itu.

Pake nuklir? Ah, itu juga masih ‘ribut-ribut’, D. Jadi, menghemat yuk?! Kasian kan anak cucu nanti tak kenal lampu ^_^

2. Hemat pos pengeluaran.

Ha…ha…ha… Yah, tapi mungkin sudah waktunya pangkas sana-sini sedikit ya, D?

Tapi gak janji, dicoba dulu dah, D. Trus, nantinya ditabung (hoho!) atau disalurkan ke yang membuthhkan.

Oh, mulianya ya, D? hehe, kata P’Haji (lagi nih,D) manusia itu tak sendiri, ada orang lain di kanan kirinya (jangan diartikan harfiah loh, D?!). Makanya liat kanan, kiri, ada yang butuh pertolongankah. Yah, seperti pelajaran PMP kita dulu itu,D. Soal kuantitas dan kualitas tergantung kemampuan.

(Ah, kamu pasti tahu sendiri lah D tentang hal ini).

3. Lihat ke Dasar Lemari.

Ya, itu. Baju-baju lama tak terpakai tapi masih layak. Bersihkan lalu hibahkan.

Mari, pilah pilih dan temukan kejutannya.

Mari kita lihat apa aku seperti burung namdur, suka menyimpan berlian (baju-tak-terpakai-padahal-masih-bagus) dalam sarangnya. Lagi, kuantitas dan kualitas tergantung kemampuan dan kerelaan hati_melepas kenangan. Eh, siapa tahu banyak baju-kenangan-yang-sulit-dilepas itu).

Oke, tiga dulu ya,D?

Mari kita lihat hasilnya nanti.

Parameter:

1. rekening listrik turun (per bulan)

2. saldo tabungan di atas 50rb alias nyisa (tiap akhir bulan)

3. tumpukan ‘berlian’ menyusut (waktu tak terbatas ^_^).

Yeah, berkesan remeh ya, D? Jauh deh, dibanding sumbangan yang dilakukan PAJI itu tadi. Tapi, teteep, kita mulai disini,sekarang, dari yang sederhana!

Salam, FnyaD

Leave a Reply