Archive for February, 2007

All Woman

Sunday, February 25th, 2007

Listen to this song, by Lisa Stansfield. I hate this condition! I hope it won’t be happen to me, my sister, and my friends.

He’s home again from another day
She smiles at him as he walks through the door
She wonders if it will be okay
It’s hard for her when he doesn’t respond

He says babe you look a mess
You look dowdy in that dress

It’s just not like used to be
Then she says….

I may not be a lady
But i’m all woman
From Monday to Sunday I work harder than you know
I’m no classy lady
But I’m all woman
And this woman needs a little love to make her strong
You’re not the only one

She stands there and lets the tears flow
Tears that she’s been holding back so long
She wonders where did all the loving go
The love they used to share when they were strong

She says yes I look a mess
But I don’t love any less
I thought you always thought enough of me
to always be impressed

I may not be a lady
But i’m all woman
From Monday to Sunday I work harder than you know
I’m no classy lady
But I’m all woman
And this woman needs a little love to make her strong
You’re not the only one

He holds her and hangs his head in shame
He doesn’t see her like he used to do
He’s too wrapped up in working for his pay
He hasn’t seen the pain he’s put her through

Attention that he paid
Just vanished in the haze
He remembers how it used to be
When he used to say

You’ll always be a lady
‘cos you’re all woman
From Monday to Sunday I love you much more than you know
You’re a classy lady
‘cos you’re all woman
This woman needs a loving man to keep her warm

You’re the only one
You’re a classy lady
‘cos you’re all woman

So sweet the love that used to be
So sweet the love that used to be

We can <not> be sweet again"

<Damn!>

Gandoria Beach, Pariaman

Monday, February 19th, 2007

It was a pleasant time. But it’s not a nice place. There’re many garbage. But it always fun to spent time with friends. Make video, take photos, eat together, and…"gossiping" <haha>

Well, maybe someday i’ll be back.

O yeah, the food is nice. You should try "Nasi Set". And all of that "seafood". It’s quite cheap, dont worry.

Well, maybe someday i’ll be back <again>.

Recognize D Bully

Friday, February 16th, 2007

It was a nice day. Hari-hari biasa. Cerah berawan. Tidak seperti minggu lalu yang serasa di padang pasir.

Percikan-nya dimulai sore hari di bus kota. OH MY!

Mirip, matanya itu. Kan keliatan dari kaca depan. Fokus sekali!

@#$%^*!!!

Great! Bikin gelisah saja!

Lanjut, di LC. Ternyata yang datang cuma tiga orang. And we were listening to Pearl Jam, Eldery Woman Behind The Counter In A Small Town Lyric <sori kalo judulnya salah>.

Satu kata, recognize. Jangan deh. Kelamaan. Aku tak mau menunggu. Biar saja. Kalo harus begitu ya begitu, kenapa harus ngoyo nunggu ?

Sesi terakhir, we watched Ant Bull. Lucu.

Malamnya, anak-anak kos teriak, "Destiiii….!! Ekskul nih, cepaattt…!!"

Yah, bully lagi. Btw, dulu pas jaman skulah aku bukan bully tapi silly <hoho>

Totto-Chan

Saturday, February 10th, 2007

TottoJudul        : Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela

Pengarang : Tetsuko Kuroyanagi

Penerbit   : GPU

Tahun       : 2004

Sudah lama sebenarnya pengen baca buku ini. Alhamdulillah jadi juga!

Bagus, menarik. Seperti dq bilang sebelumnya, sederhana tapi dalem.

Yang paling menarik bagiku yah tokoh Kepala Sekolah. Kepercayaannya terhadap kebaikan hati manusia yang tidak setengah-setengah. Bagaimana kepercayaannya itu membantu anak-anak di tomoe Gakuen.

Mengingat ini kisah nonfiksi, wah! Ada ya orang yang seperti Kepala Sekolah itu?!

Dear D

Tuesday, February 6th, 2007

04022007

10pm

Dear D,

Tadi pagi aku denger berita di radio, Persaudaraan Anak Jalanan Indonesia memberikan sumbangan untuk dana reboisasi kepada Pemkot Bogor. Katanya ini bentuk keprihatinana mereka atas musibah banjir yang melanda Jakarta.

Tuh Kan?!

Mereka yang sering dianggap sebelah mata bahkan mengganggu saja masih bisa memeberikan "sesuatu". Apalagi, seharusnya, orang yang ber"status" LEBIH dari mereka. (Ugh, padahal semua manusia itu sama di mata-Nya, kecuali iman masing-masing kan D?…)

Jadi, apa yang harus kita lakukan?

Ganti, apa yang bisa AKU lakukan ya, D?

Start Right Here, Right nOw, from The Simple Things.

Mungkin sudah sering denger (ya, aku sering denger kok D. Tapi lebih sering ‘lewat’ begitu saja. Tahu tapi tidak (baca:malas) mengamalkan.

Yah…karena sering dengar, berkali-kali, siapa tahu suatu saat, suatu kali jadi "tergerak". Atau ketika sudah mengamalkan, tapi selang waktu jadi terlupa, nah… jadinya teringatkan ( kata P’Haji).

Seperti aku, dulu pernah beresolusi akan nabung 10persen uang bulanan (catet..). Eh, kandas hanya dalam tempo 2 bulan!

Mmm, sekarang, karna berita di atas, jadi malu sendiri nih, D. I’m not a supergirl, bukan aktivitis berjiwa sosial, bukan sukarelawan penuh toleransi, bukan donatur apa-apa (masih ‘nadah’ nih!).

Tapi, seperti kata P’Haji (lagi), yang penting niat yang kemudian dilanjutkan dengan usaha, D (Walau belum tentu niat itu disambut baik kan P’?_?). OKI, aku ganti resolusi sekarang nih,D ! (hehe ^_^)

1. Hemat listrik.

Kenapa?

* Well, simpel. Bisa langsung diterapkan di rumah, di kos. Zontohnya, tau sendiri lah,D. Pake lampu nya hemat, atur jadwal nyetrika(tidak-setiap-pagi-apalagi-kalo-musim-ujian, baju putih itu^_^). Yah…yang kecil-kecil dulu lah, D.

* Dari iklan layanan masyarakat di radio juga, dianjurkan menghemat pemakaian lampu, terutama dari pukul 17:00-22.00. Dimisalkan menghemat 50 watt (2 lampu) per rumah saja, sudah bisa menghemat 350 Mwatt untuk wilayah Sumbar loh, D.

Ayolah, walau kita pake air alias PLTA, Danau Singkarak tuh sudah makin kering! Apalagi mengandalkan SDA tidak dapat diperbaharui itu.

Pake nuklir? Ah, itu juga masih ‘ribut-ribut’, D. Jadi, menghemat yuk?! Kasian kan anak cucu nanti tak kenal lampu ^_^

2. Hemat pos pengeluaran.

Ha…ha…ha… Yah, tapi mungkin sudah waktunya pangkas sana-sini sedikit ya, D?

Tapi gak janji, dicoba dulu dah, D. Trus, nantinya ditabung (hoho!) atau disalurkan ke yang membuthhkan.

Oh, mulianya ya, D? hehe, kata P’Haji (lagi nih,D) manusia itu tak sendiri, ada orang lain di kanan kirinya (jangan diartikan harfiah loh, D?!). Makanya liat kanan, kiri, ada yang butuh pertolongankah. Yah, seperti pelajaran PMP kita dulu itu,D. Soal kuantitas dan kualitas tergantung kemampuan.

(Ah, kamu pasti tahu sendiri lah D tentang hal ini).

3. Lihat ke Dasar Lemari.

Ya, itu. Baju-baju lama tak terpakai tapi masih layak. Bersihkan lalu hibahkan.

Mari, pilah pilih dan temukan kejutannya.

Mari kita lihat apa aku seperti burung namdur, suka menyimpan berlian (baju-tak-terpakai-padahal-masih-bagus) dalam sarangnya. Lagi, kuantitas dan kualitas tergantung kemampuan dan kerelaan hati_melepas kenangan. Eh, siapa tahu banyak baju-kenangan-yang-sulit-dilepas itu).

Oke, tiga dulu ya,D?

Mari kita lihat hasilnya nanti.

Parameter:

1. rekening listrik turun (per bulan)

2. saldo tabungan di atas 50rb alias nyisa (tiap akhir bulan)

3. tumpukan ‘berlian’ menyusut (waktu tak terbatas ^_^).

Yeah, berkesan remeh ya, D? Jauh deh, dibanding sumbangan yang dilakukan PAJI itu tadi. Tapi, teteep, kita mulai disini,sekarang, dari yang sederhana!

Salam, FnyaD

Ode Untuk Sebodo

Friday, February 2nd, 2007

Sinting, ya.

Gila, mungkin.

Karena lagi-lagi membahas topik ini.

Okelah, lagi suntuk. Dan kebetulan image nya bagus (foto, bukan topiknya).Love

Liat gambarnya, tulisannya.

Sekarang, kurasa norak. Entah nanti. Entah orang lain.

Beralih ke pertanyaan, "Percaya gak sama love-at-the-first-sight ?"

NO, thank u.

Entah nanti. Entah orang laen.

Sama dengan pernyataan, "Ku untukmu selamanya"

NO, I dont believe. Never.

Eh, tapi entah nanti, kalau tiba-tiba aq jadi makin gila.

Entah orang lain. Terserah.

Lebih baik kau nyatakan, "Saat ini ku padamu. Hanya itu yang bisa kujanjikan."

Oke, itu cukuplah.

Tapi sayang, tak pernah keluar juga dari mulut bijakmu.

Apalagi jurus gombal, karena sepertinya kau bukan tipe seperi itu.

Atau karena kau tahu aq tak percaya dengan hal itu.

Entah, apa aku yang jadi makin sinis.

Tapi situasi akhir-akhir ini yang membuatku jadi tak percaya gombalmu, bahkan rasionalitasmu.

Terimakasih!