Archive for January, 2007

Sore Ini Aku Baik-Baik Saja

Saturday, January 27th, 2007

Ya, begitulah.

Sore ini aku baik-baik saja.

Masih seperti kemarin.

Dan kemarinnya lagi.

Entah esok hari. Entah lusa nanti. Entah.

Ah, seperti lagu Iwan Fals.

Tapi memang begitu keadaannya.

Mau bagaimana lagi?

Karna kau tak pernah tanya apa kabarku,

maka aku yang beritahu kamu kalau aku baik-baik saja.

Karna kau tak pernah mau tahu apa kabar hatiku,

maka aku ragu ‘tuk tanya isi kepalamu.

Dan karna kau seperti tak kenal aku,

untuk apa aku tunggu kamu lagi.

Ya sudahlah.

Begini saja.

Kita biarkan saja mengawang-awang, tanpa kejelasan atau kepastian.

Toh akhirnya waktu nanti akan menjawab juga,

walau entah berapa lama.

Ya sudahlah.

Kalau mau mu begitu.

Berapa banyak korban,

atau betapa sakitnya,

mana mungkin kau peduli!

Ya sudahlah.

Betapa pun sinisnya aku saat ini,

yang pasti,

sore ini aku (masih) baik-baik saja.

Prefer…to…

Monday, January 22nd, 2007

I prefer comedy to horror.

But, I prefer horror to romance!

Yaiks! Meskipun kalo nonton pilem horor lebih banyak merem daripada melek-nya, dq tetep pilih tuh pilem. Daripada roman picisan? Capek gw nontonnya!

<Lha kok esmosian gini jadinya?>

Yah, berhubung libur (yang lumayan lama, 2 minggu bo’!) dq n Miss G ketemuan tadi di Saimen. Setelah ngalor ngidul ala rumpian-hot-tante-tante selama lebih kurang 1 jam, dengan pertimbangan berdasarkan kesenangan qt memutuskan untuk nonton. Dengan syarat, no horror.

Maka dengan langkah malu-malu dua cewek baek ini menuju 21<nyang pake Telanai depannya>. Sayangnya, pilihannya cuma 2, si serem dan si picisan.

"Oh, alangkah sulitnya memilih.." batin dq.

"Kyk mano, Cin?" Miss G bertanya padaku.

Dengan mata berkaca-kaca (hueks!) akhirnya aq memutuskan, "Ya sudahlah, pilem (horor) itu ja."

Kami pun akhirnya nonton, diiringi teriakan-teriakan norak para ABG<norak banget dah!>. Dan betul saja, dq kebanyakan merem atawa tutup muka dibanding meleknya, itupun ngintip dikit-dikit lewat sela jari.

Ah, dq memang kurang suka pilem horor. Tak baik untuk kesehatan jantung.

PS. Oke, jujur, dq takut sih…^_^

Ini teh…susu!

Monday, January 15th, 2007

Yah, semenjak baca artikel "Suka Minum Teh? Jangan Tambahkan Susu" di http://www.iatt.web.id/umum/suka-minum-teh-jangan-tambahkan-susu/2007/01#more-19 dq jadi penasaran. Ketemu juga akhirnya situs yang menjelaskan penelitian (masih penelitian lho!) ini.

http://www.rileks.com/lifestyle/detnews/9012007045103.html

Coba juga http://www.food-info.net/id/qa/qa-fp120.htm

Tapi situs ini lebih menjelaskan tentang teh honeybush.

Kesimpulan sementara, konsumsi teh memang lebih baik tanpa menggunakan susu. Cukup teh saja. Keterangan mengenai hal ini bisa dibaca di situs di atas.

Mengenai apakah susu kedelai juga menghalangi efek teh hitam ini, yang jadi salah satu komentar, dq masih belum dapat keterangan pasti. Masih meragukan. Pasalnya, setau dq, kedelai juga memiliki khasiat sebagai antioksidan. Sama dengan teh hitam.

Jadi, apakah dua bahan berkhasiat sama akan saling meniadakan efek ?
Bisa ya bisa tidak.
Pastinya?
Gak tau. Makanya, apakah di antara teman-teman ada yang tau lebih lanjut tentang hubungan efek teh hitam (ato segala jenis teh) dengan susu kedelai ini? Mohon bantuannya yah…^_^

Wild Cat

Tuesday, January 9th, 2007

Yah, satu lagi dampak komik yang baru kebaca. Sempat2nya, lagi musim UAS kan? Ya sutralah. Gimanapun ringannya buku (komik) yang kebaca, tapi tetep ada "makna", dalem atau pun dangkal, SutRalah booo’?!!

Wild Cat II

Ini salah satu cerita dalam komik yang judulnya Wild Cat. Daqu lupa pengarang dan penerbitnya. Yang pasti bukan terbitan Elex (rasanya sih…)

Images

                               

 

Berkisah tentang seekor anak anjing golden retriever, Tonggu. Sewaktu baru dilahirkan, majikannya mengangkatnya sambil berkata, "Yang ini sepertinya bisa ‘jadi’.."

Tapi, "Croott..!!" Eh, ternyata si Tonggu pip ke arah majikannya. Dan selang beberapa minggu setelah lahir dia dipisahkan dari induknya, Lady, dan diasuh keluarga lain.

Penyebabnya ? Who knows….

Lalu Tonggu disuh oleh kakak-beradik yang cantik-cantik. Di hari pertama insiden pun kembali terjadi. Tonggu muntah ke arah majikan barunya sewaktu lagi dipeluk secara bergiliran oleh mereka.

Beberapa hari kemudian Tonggu pun kembali diserahkan pada orang lain, kali ini pada petugas (Balai Kesehatan)….

Dan Tonggu pun berpindah-pindah dari satu penampungan ke penampungan lain…

Satu waktu, Tonggu diasuh oleh Pak Satake, tetangga Ryuichi (tokoh utama cerita sebelumnya) yang majikan dari Caesar, singa dengan kelakuannya kadang mirip kucing kadang mirip anjing^_^.

Disini Tonggu cukup disayang. Dan karena "pengalamannya" pindah dari satu penampungan ke penampungan lain, dari satu majikan ke majikan lain, Tonggu jadi "bos"nya Caesar walaupun dia lebih muda dari Caesar yang "lemah" itu.

Suatu hari ketika Tonggu sedang bermain dengan Caesar, ada seorang gadis kecil yang tertarik dengan ke"imut"an Tonggu. Tonggu pun diculik oleh si gadis kecil,Aira, yang ternyata ‘broken home’ (halah!). Rencananya Aira akan dimasukkan ke asrama oleh papanya. Tapi Aira kabur dengan membawa Tonggu.

Tonggu sebenarnya "nggak mau". Tapi Aira benar-benar anak yang cerdik, sampai-sampai mendandani Tonggu dengan jumper dan sepatu bayi agar dikira adiknya.

Namun, bukan Tonggu namanya kalo tidak bisa kabur. Dia melompat sewaktu mereka akan masuk ke kereta. Tonggu tidak ingin pergi karena selalu teringat Pak Take yang berkata, "Nek, ini Tonggu sudah pulang.."

"Orang ini sepertinya benar-benar menyayangiku.." pikir Tonggu. Tonggu pun berderap pulang ke rumah. Dan dia disambut dengan derai air mata oleh Pak Take yang keliatannya sangat cemas. Di sana juga ada Ryuichi dan Caesar yang juga khawatir.

Tapi…

"Anda sudah siap, Pak Take?" suara seorang tak dikenal terdengar. Ternyata Tonggu akan kembali "dipindahtangankan".

Kembali berhadapan dengan suasana muram itu…

Tonggu tak mau. Dia pun kabur, kembali ke stasiun tempat Aira yang menginginkannya. Dan Aira masih di sana, tersedu-sedu.

"Ini orang yang sebenarnya menyayangiku…" mungkin begitu pikir Tonggu. Yah, Aira terlihat senang melihat Tonggu kembali.

Tapi…orangtua Aira muncul, menjemput Aira dan berkata mereka akan kembali bersama.

Aira senang, dan Tonggu

terlupakan. Hanya berdiri menatap mereka sambil mengibas-ngibaskan ekornya (adegannya itu…)

Tonggu kembali sendiri.

Esoknya, Tonggu yang telah ditemukan kembali oleh Pak Take dan "petugas" dengan bantuan Caesar, dibawa pergi. Kali ini dia tidak lari.

Pasrah menghadapi jalan di depannya.

Bertemu orang yang dikira benar-benar menyayangi, tapi akhirnya "mencampakkan" ! (dalemmm…)

Waktu berlalu, enam tahun…

Tonggu bertemu lagi dengan Ryuichi dan Caesar. Tapi keliatannya mereka tak mengenali Tonggu. Karena kini Tonggu bukan lah anak anjing yang imut, tapi sudah menjadi anjing dewasa yang gagah.

Ya, Tonggu adalah "anjing pembimbing". Kenyataannya Tonggu dari kecil dipersiapkan untuk jadi anjing pembimbing. Hanya yang terbaik yang bisa, dan Tonggu salah satunya. Tonggu memang harus dipisahkan dari induknya sejak kecil, dan sejak itu dirawat oleh para relawan anggota "Puppy Powers". Salah satunya Pak Satake, kakak-beradik cantik itu juga.

See, selalu ada hal baik, kenyataan sebenarnya, di belakang hal-hal buruk yang menimpa Tonggu (me, duhh…)

Sekarang Tonggu punya majikan yang baik. Walaupun buta, ia dapat "memahami" Tonggu.

"Mungkin, segala pengalaman dipeluk banyak orang, lalu ‘dibuang’ adalah jalan menuju orang ini. Untuk bertemu orang yang mengatakan,’Kita terus bersama ya? Mau kan, Tonggu’ seperti yang selalu diucapkan Ryuichi pada Caesar…Orang inilah yang akan mengatakannya padaku," begitu pikir Tonggu di akhir cerita.

Melankolis dq jadinya pas baca nih cerita! O M G!