Viewer : Love? Capeeekkk deh!!
Satu Fase kehidupan seorang teman kembali tayang. Satu lagi episode hidup, dan lagi, aku jadi seorang saksi. Seorang penonton yang duduk manis, dengan 1001 komentar tak terucapkan (seluruhnya). Bukankah kita tak boleh sembarang mengumbar isi hati?
Lalu yang kedua, episode lain. Tapi kali ini berperan sedikit. Satu di antara orang yang memberi sumbang saran. Satu dari beribu kata penghiburan serta penyemangat. Basi, mungkin. Tapi kuharap berguna, Teman. Itu tulus dari hatiku.
Apalagi kalo bukan yang disebut orang CINTA? Masalah klasik yang tak kunjung berakhir selama manusia masih bercokol di dunia ini. Entah kalo alien, yang kutaktau ada atau tidak. Kita andaikan saja manusia tak punya CINTA itu alien.
Nah, aku bukan alien. Karna aku CINTA Rabb-ku, Ortuku, si Adek Dodol Monyeng, d big family, n friends (Guys, love U!). Tapi kali ini dipersempit. CINTA pada si "dia",(umumnya) lawan jenis.
CINTA yang absurd, tak kekal, selalu ada ribuan rintangan bagi para pejuang cinta itu (halah!). Di saat sedang semangat, tak kunjung lelah mempertahankan CINTA itu. Tapi kalo kekuatan cinta itu tlah hilang (baca: putus cinta), maka habis sudah! Kandas!
Akibatnya, yah…kasian si rentan, hati, ini. Remuk redam, sakit, perih, nyeri karna luka.
Duh…capek yah?! Enakan tak usah mencinta dong! Biar tak sakit hati.
Kata siapa?
Lagi, makhluk Sok Tau ini berhipotesa :
Segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Ada sebab-akibatnya.
Punya empati, toleransi karna tau sedihnya tersakiti.
Berjuang untuk berhasil karna pernah mencicipi kegagalan.
Serangan badai cobaan membuat (sebagian) orang jadi tegar.
Bahagia dengan apa yang dimiliki karna pernah merasa kehilangan hal sangat berarti, ketika tak bersyukur.
Takut pada gelap karna pernah merasa amannya cahaya.
Lalu ketika gelap itu datang, kemana harus mencari cahaya?
Ah, susah aku menjawabnya, Teman.
Sampai saat ini pun aku tak tau bagaimana CINTA yang penuh cahaya itu. Ada yang bilang CINTA yang sempurna adalah CINTA KEPADA ALLAH. Oleh karna itu, cintailah dia, makhluk-Nya, juga KARENA ALLAH.
Bagaimana caranya? Darimana tau kita mencintai seseorang itu KARENA ALLAH? Toh bila suka/ CINTA pada seseorang lebih sering karna keduniawian, dan itu manusiawi. Even if, CINTA karna dia alim, baik hati, tidak sombong, rajin menabung, nyebrang di zebra cross, etc (Halah! Gak Penting!), itu karna kita (okelah, aku!) memandang dia sebagai satu kesatuan manusia. Kucinta kau karna kau adalah dirimu! Apa itu termasuk CINTA KARNA ALLAH ?
Huff, jadi capek sendiri. Bergelung dalam kesendirian saat ini ternyata lebih nyaman. Mengingat dua episode itu dan pertanyaan yang sudah lama mengendap di hati tadi….
PS. Keduanya mempertegas keinginanku, satu ambisi yang bisa jadi bisa segera terwujud, bisa juga tidak. Tergantung kehendak-Nya. Tapi kuharap, apapun yang terjadi nanti, akan tetap yang terbaik. Insya Allah.
November 20th, 2006 at 1:55 am
amin!!…
November 28th, 2006 at 8:21 pm
At least i talk about LOVE, 2 d point!
Oh nooo…!!
BTW, amin juga, Ntan! hehe^_^