Pay It Forward : MLM Hati (Ceileee!)
Judul : Pay It Forward, Rangkaian Kebaikan
Pengarang : Cathrine Ryan Hyde
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2001
Nah, seperti yang dibilang sebelumnya, Speechless dah! Baca buku ini tak seperti baca Potter ataupun Agatha Christie, apalagi Mary Higgins Clark.
Potter asik dibaca berulang-ulang, walau bukan keseluruhan buku. Hanya beberapa bagian, sebagai pengantar tidur (Hah?!).
Novel Agatha Christie, menurut pengakuan teman dq dan pengalaman pribadi, gak asik dibaca sebelum tidur. Menyeramkan (my pren says) dan bikin penasaran sampai jadi pusing (i say). Mana bisa tidur jadinya ! (Ember?!)
Beda dengan Mary Higgins Clark. Ini novel yang ngajarin dq cara membaca novel misteri dengan baik dan benar, Baca dari depan sampai belakang berurutan. Jangan intip endingnya dulu! Soalnya nih novel gak asik kalo sudah ketauan endingnya, beda dengan Agatha. Walau sudah ngintip endingnya, tetep ja dq penasaran dengan Mr. Poirot ituh.
Lah, si Pay It Forward ini gak bikin terlalu penasaran. Ceritanya juga tentang kebaikan dongeng yang sering diumbar sinetron dalam negri. Di luar logika! (EH?!). Tapi kenapa yah dq suka? Nah itu dia, Speechless gw! But, tetep kucoba jabarkan. Dimulai dengan sinopsisnya duluh!
Ceritanya tentang seorang anak bernama Trevor McKinney yang dapat tugas IPS dari gurunya, Reuben St. Clair. " Pikirkan tentang sebuah ide untuk merubah dunia dan laksanakan ide itu". (Apaan sih nih guru? Ngaco yah?!)
Nah si Trevor ini punya ide untuk bikin proyek yang dia sebut Pay It Forward alias Balas kepada yang Lain. Dia memilih tiga orang untuk dibantunya, dan masing-masing orang dimintanya untuk membalas kebaikan kepada tiga orang lain. Seterusnya begitu. Jadi semacam sistem MLM. Logikanya, pada tingkat ke-16 saja sudah 43 juta lebih orang yang akan mendapat sentuhan kebaikan. Dan dalam waktu sekejap, pada tingkat kesekian, jumlahnya akan melebihi populasi dunia. Itu artinya setiap orang bisa tersentuh kebaikan lebih dari sekali, berkali-kali bahkan sebelum ia dapat membalas ke yang lain.
Tapi itu logikanya.
Kenyataannya gak berjalan mulus. Orang pertama, seorang tunawisma yang diberinya uang untuk membeli pakaian pantas agar ia dapat melamar pekerjaan, ujung-ujungnya masuk penjara.
Yang kedua, Mrs.Greenberg. Seorang nenek yang tinggal sendiri malah meninggal sebelum sempat melanjutkan rangkaian kebaikan itu. Padahal dialah yang paling diharapkan Trevor karena upaya penjodohan Si Orang Ketiga, gurunya sendiri, dengan ibunya, Arlene, tak semulus dugaan.
Hopeless kah Trevor?
Kecewa iya. Menyerah tidak.
Tapi itulah, ingat pepatah dalamnya samudra dapat diukur, dalamnya hati manusia siapa yang tau?
Itu yang terjadi. Setiap manusia masih punya sisi baik. Tak timbul ke muka mungkin karena tertutup asap egois. Tapi masih bisa disentuh oleh murninya ketulusan. Itu yang dilakukan Trevor.
Well, usahanya boleh dibilang sukses. Dapat penghargaan dari MR.President USA lagi! (Clinton, not Bush. Settingnya tahun 1992-2002). Penulisnya tampaknya menyelipkan slogan berjuang tanpa kenal menyerah.
Tapi…..
ya ituh! Endingnya. Peristiwa tragis, yang buat dq kembali bertanya, "Apa dibutuhkan tragedi dulu, sebagai momentum atau titik balik, untuk membuat kebaikan itu harus dilakukan?".
Ada bencana dulu daru nyumbang.
Kena HER dulu baru belajar (gw bangget?!duh….).
Atau kehilangan yang disayang dulu baru ….. (isi sendiri lah!)
Yup betul! Trevor tewas. Tapi setelah itu, kenangan dan penghargaan atas jerih payah Trevor dunia jadi lebih baik ( DALAM BUKU ITU). Bayangkan, bertebaran orang berbuat baik dimana-mana. Salah satunya diceritakan ada orang yang memberikan begitu saja mobilnya yang bagus kepada pengendara yang mobilnya mogok, yang udah seperti besi rongsokan, di tengah jalan.
" Nih, tuker! Kita barter aja. Mana alamat lu? Nanti gua kirim surat-surat mobilnya ke alamat lu."
Dan emang dikirim.
Emang ada ? Yah, ada aja lah. Di buku itu. Kalo di sekitar, dq tak pernah nemu yg begono.
Oh, oh, kalo dunia yang seperti memang ada, aku bilang inilah dunia paling layak untuk kita. Eh, pernah baca Mom I Love You? Ini buku kumpulan Esay anak-anak dan remaja. Hasil dari lomba Essay tahun 2004 dengan tema Menjadikan Dunia yang Layak Untuk Anak-Anak kalo gak salah.
Well, guys, menurutku dunia seperti dalam Pay It Forward inilah yang (cukup) layak bagi anak-anak (juga dewasa).
Oyah, nih buku juga sudah difilmkan oleh Warner Bros. Pemainnya Halley Joey Osment (Trevor), Kevin Spacey (Reuben), sama Hellen Hunt (Arlene). Dq belon nonton sih…
Tapi yang bikin rodo aneh dikit, si Reuben disitu kan digambarkan sebagai pria kulit hitam yang tampan, dan Arlene adalah wanita mungil dengan rambut gelap dan kulit seperti porselen (halah!), koq malah jadi blonde gituh yah?!
Well, no comment dulu lah! I’ve never seen it. Mungkin ada yang dah pernah nonton?
Salam pena tajam,
Desti.