Archive for September, 2006

Ya, Aku (Tidak) Mengerti!

Monday, September 18th, 2006

Kalau kubilang, "Aku tau kok apa yg lg km rasain,so share it with me…"

Bohong itu!

Karna aku tidak mengerti, rasa sakit yang sedang kau rasa, Teman…

Ku tak tau rasanya, karna belum kualami

Tapi, apa harus merasakannya dulu baru kudapat pahamimu?

Bila arti kita selama ini memang teman,

tiada penghalang yang dapat tahan kau ‘tuk tumpahkan lara padaku

Namun, jika kau anggap diam yang kauinginkan saat ini,

Silahkan, Teman…

Lakukan apa yang kau suka

Karna aku juga hanya seorang yang canggung,

yang tak tau apa yang bisa kukatakan ‘tuk ringankan bebanmu..

Sebab kata bukan pilihanku..

Diam, tatapmu dari jauh, dan doa tulus ‘tuk kebangkitanmu

Jalan itu yang kupilih, ‘tuk diberi lentera berpendar cahya emas

Tapi bila kau suka datangiku dari jalan lain,

Silahkan, Teman…

Lakukan yang kau suka

Karna teman kan slalu dukung di saat rapuh,

agar tak jatuh terlalu dalam ke jurang keterpurukan….

Worst Term, Loser!!

Monday, September 18th, 2006

Inilah dia semester teranjlok dalam sejarah, sampaai saat ini!!

Gimana semester 6 besok?! Moso’ dq musti nunggak SKS?!! OH…….noooooooooooo…..!!

Rantai carbon bertalian dimana…mana…..mana si sehat D tetep muncul walou dah diulang……amittttttt amitttttt!!DODOLLLL!!

Rasa Takut Itu Berjudul Kegagalan

Saturday, September 16th, 2006

Graduation day, on 16th September 2006. Pastinya senanglah para wisudawan/wati itu….

Tapi sebelumnya, pasti di balik keriaan itu ada segunung onak duri (halah!!) yang harus mereka lewati.

Emang pasti dan harus terjadi. Tapi ada kejadian beberapa hari sebelumnya yang lumayang bikin dq gak enak body and mind (apaan lagi…?!!).

Tepatnya ya kira2 dimulai hari Senin. Salah satu hari dimana mahasiswa yang masih disubsidi penuh oleh orang tua ini memutuskan dengan segenap-kesadaran-dan-kerelaan-teramat-sangat untuk bolos kuliah!(Jangan ditiru y temans2^_^).

Alesannya? Want to know …ajah!

Nah, sorenya dia eh dq memutuskan ‘tuk pergi les, tp sebelumnya mampir dulu k warnet. Disana (disini skrg^_^)  dq sobok alias ketemu dengan teman Y. Katanya si Y ini paginya 2 dosen gak masuk karna ngawas ujian apoteker. Trusz dosen ketiga jg cuma masuk sebentar, karna ngawas ujian jg. Beruntungnya dq……

Lompat beberapa hari kemudian,tepatnya hari Kamis tgl 14 September 2006, sekitar jam 2 siang lah, bertempat di mushalla MIPA baru "Rasa Takut Itu Berjudul Kegagalan" mulai merasuk ke otak. Pasalnya, siang itu dengan mata kepala sendiri(bukan punya orang ^_^ ah seriusz dunk?!!) dq liat sendiri gimana parahnya kegagalan dan mahalnya keberhasilan.

Siang itu, cukup banyak juga yang ujian (apoteker). Perlu diiingat, tgl 16-nya dah wisuda lho! Jadi, kenapa mepet gitu? Ya…ini ujian HER alias ngulang ujian yg sblmnya gagal. Selain itu, mhs apoteker gel.I taon 2005 kmrn emang banyak, kalo tak salah sampe 80 org ya?!

Nah, pas abis sholat, dq denger katanya ada yg pingsan gara2 dinyatakan gagal ujiannya…duh…

Eh, pas di luar mushalla lagi asik2nya ikat-mengikat tali sepatu, dq liat salah seorang uni ,yg duduk gak berapa jauh dari dq, lagi cerita2 sama temennya. Matanya merah, keliatannya abis nangis, gak tau nangis gembira atau kecewa. 

Lanjut, pas berdiri, liat uni lain yang lagi disalamin sama 2 orang temennya. Jreng! Tiba-tiba dia nangis, dq ngelongo liatnya….mana posisinya di atas tangga,jadi keliatan jelas. Tapi kayaknya dia nangis terharu gembira deh(mudah2an).

Belum lagi yang lagi ngumpul2 di kafe. Tapi gak pake derai2 air mata (keliatannya). Yang bikin kentara yah pakaiannya ja yg putih-item, ato ada beberapa yg dq tau dia mhs apoteker.

Intinya?

Gimana dq nanti yah?

Takut jadinya, apalagi klo denger cerita2 dosen yang ngebandingin mahasiswa sekarang dgn mahasiswa dulu alias beliau sendiri pas masih kuliah.

Yang dulu katanya kuliah tuh susah, tamat ja paling cepet 7 taon, mau masuk labor susah dan harus responsi dulu, langsung sama dosen penanggungjwab lagi. Lulus responsi baru bisa masuk labor. Di labor kerjanya sampe setaon, reagen bikin sendiri, gak kayak kalian (Kami, dq) sekarang….tinggal tetes, tinggal titrasi..

Kalo mo ujian apoteker tuh jurnal yang dikerjakan tuh 4, bukan 1 kayak sekarang

de el el lah!

dulu…dulu…kami dulu…

Kata2 yg akrab di telinga dari SMA…^_^

Yah, kalo emang sistem dulu emang menghasilkan lulusan yang benar2 berkompeten, buat apa sistem sekarang yang katanya mempermudah mahasiswa dibuat??!! Balik ja kayak dulu lagi, gak papa deh lama tamatnya (yang bener..?!!)

Dq sempet mikir gitu. Tapi di antara dosen-dosen yang ngomong seperti di atas (Banyak lho yg ngomong begitu, kayak trend ja!), ada juga yang ngasih motivasi, gak semuanya tapi sebagian lah.

Setiap jaman tuh ada tantangannya masing-masing. Kalo dulu tantangannya keterbatasan alat, cara, wasting time, dll. Nah kalo sekarang ya…tantangannya adalah gimana caranya menutupi kekurangan dari sistem instan ini, dengan menggunakan segala kemudahan yang udah dibuat/ diberikan pada mahasiswa.

That’s right. I think i knew it before she said it. Tapi karena keluar dari mulut beliau jadi dipertegas.

Akhirnya, direnungkan, coba dilakukan, tapi balik lagi, tetep ja ngerasa cemas, takut gagal itu menghampiri. Seperti kisah uni2 di atas (dak tau apa ada "uda" yg gagal. Terakhir dengar ada 18 org yg dinyatakan dalam ujian apoteker tsb )

Lingkaran Semu :Past

Friday, September 8th, 2006

Bosan selalu seperti ini. Bisakah kuputus lingkaran semu ini? Ah……

Terlalu terikatdengan masa lalu,yang mungkin tak mau ‘tuk kukenang. Yang kini tlah berubah, punya kehidupan masing-masing, yang sudah terlalu sempurna hingga tak butuh si pungguk penuh kealpaan ini. Sesak……tak muat lagi.

Tak pantas disana.

Ataupun masa lalu yang tak kukenal, dan kucoba ‘tuk mengenalnya. Lalu apa yang terjadi? Penolakan, mentah-mentah maupun secara halus.

Tak pantas disana.

Its hurt….

Try to make it better, do all that funny things,

but, it doesnt work…at this time

Lingkaran Semu

Friday, September 8th, 2006

What should i do if all the funny things arent interesting anymore?

berbagi kelam

berbagi awang-awang

berpijak antara realita dan maya

coba tuk keluar dari lingkaran semu

hanya kata-kata tanpa logika

1000 ucapan tak bermakna

bungkus diri dengan kecewa

tak mau dengar lirih nurani tuk bangkitkan hati berjuang menembus kelamnya prasangka itu

tak mau anggap diri pendosa lebih jauh

padahal yang dilakukan adalah lari dari kenyataan

sama dengan pengecut!!!

selalu cari celah alasan tuk hindari tanggung jawab

tak mau berpaling lihat sengsara yang timbul

nestapa itu terus berlanjut

akibat kesombongan dan kenekatan

tak pernah belajar dari pengalaman

selalu bangkit di awal, jatuh di pertengahan dan terpuruk di ujung perjuangan

akibat yang diderita harus ditanggung lagi

Actually, What’s ur problems?!!!

If I be Mom For Myself

Thursday, September 7th, 2006

Nak,

gundahmu karna angan tak sampai

gundahku bagaimana menghantarkan anganmu menjadi kenyataan

Nak,

resahmu sebab tak dapat bahagiakanku

resahku sebab senyummu tak lagi tampak dihadapanku,

apa salahku,Nak?!

Nak,

terawang matamu begitu jauh,

lampaui batas dunia yang kupijak,

langit mana yang kaulihat?

Nak,

kemanakah akalmu terbang bebas mengembara?

samudra khayal mana yang tlah kau layari?

cakrawala fikirkah yang sedang kau lewati?

Nak,

ingatkah kau ‘tuk kembali padaku?

pada seorang ibu yang rindu anaknya…

Anak yang dalam pelukanku ia menangis

Anak yang di pangkuanku ia terlelap

Anak yang di hadapanku ia berlari ceria

Anak yang padaku ia berkeluh kesah

Anak yang padanya kugantungkan harapan tak memaksa,

terbebanikah engkau,Nak?

Senandung Rindu

Tuesday, September 5th, 2006

Bila saatnya tiba, kusambut dengan senyuman terindah

Bila telah waktunya, kan kuterima apa adanya

Bila tlah berdiri tegak di hadapanku, kan kutundukkan kepala, ucap syukur pada-Nya

Sebelum tiba saatnya, coba tata diriku semampuku

Sebelum waktunya, takkan bergeming ku dari ikhtiar

dan saat ia masih angan-angan, tak kuasa ku ‘tuk tak memikirkannya,bayangkannya, impikannya,

mencoba jadikannya pemacu smangatku

Inginku menggunung, capai batas cakrawala

Asaku terpatri hanya deminya, pada masa ini

Doaku hanyalah smoga ku tak berpaling darinya,

dari janji yang tlah bercokol di hati….

Lagi kukecewa

Tuesday, September 5th, 2006

Lagi, kukecewa

lagi, kumerana

lagi, kuterpuruk

Berkubang dalam lumpur kehampaan

Bergelimang kelemahan

Berkutat dengan kehinaan tak nyata

Salah siapa bila semuanya rusak?

hancur,

harus mulai lagi dari awal,

Rasanya buang waktu sia-sia,

walau banyak yang kudapat,

tapi, lagi, kumerasa terpuruk, kecewa….