Ruah Fikir Seorang Lelaki (What R They Thinking About Us, Dear…)

Tulisan berikut daku copy dari milist,atas ijin yang empunya tulisan.
Daku rasa tulisan berikut bermanfaat. 
And i think, yang begini juga gak pa2/HARUS disebarluaskan, 
bukan cuman lelucon doank kan yang boleh disebar2in?
Hasilnya? 
Tergantung persepsi masing2 yang baca. 
Its up to u ! 
Setiap mns DEWASA akan selalu siap dengan resiko akibat perbuatannya. 
I believe that, so i believe u.
 
Well, ini mungkin pendapat satu (lelaki). 
Tapi bisa saja mewakili puluhan, ratusan, ribuan, 
bahkan jutaan (lelaki)lainnya.
 
Soal masih banyyyyaaaaaaakkkk (lelaki) lain 
yang berpikiran sebaliknya,
gak usah mikir begitu dulu! 

Kesimpulan akhirnya, tanya ja ke nurani masing-masing! 
Biarkan ia yang menjawab, 
bukan otak yang sering termanipulasi
"kepentingan2" bla...bla...

Beri ia kesempatan ‘tuk ambil alih,

barang sejenak…




Perempuan di "Otak" Lelaki
> 
>  Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab?
> Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak
> kompromi. Bisa
> dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata
> saya ini mulai dari
> keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi.
> Dan kamu tau? Di
> kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata
> memandang selalu
> saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah
> yang bisa membuat
> saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk
> ke tanah.
> 
>  Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan
> seutas "Tank Top",
> noleh ke kiri pemandangan "Pinggul terbuka",
> menghindar kekanan ada
> sajian "Celana ketat plus You Can See", balik ke
> belakang dihadang oleh
> "Dada menantang!" Astaghfirullah... kemana lagi mata
> ini
harus
> memandang? 
> 
>  Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya
> suka.
> Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak
> ingin hidup ini
> dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan
> pemandangan yang
> membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan
> sebagai objek
> pemuas mata. 
> Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, 
> kalau dipandang bikin
> sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas,
> membuat iman lepas
> ditarik oleh pikiran "ngeres" dan hatipun menjadi
> keras. 
> 
>  Andai wanita itu mengerti apa yang sedang
> dipikirkan oleh
laki-laki
> ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin
> mereka tak mau
> tampil seperti itu lagi.  Kecuali bagi mereka yang
> memang punya niat
> untuk menarik lelaki untuk memakai aset berharga
> yang mereka
punya.
> 
>  Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar
> kata dasarnya
> adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang
> dibilang seksi oleh
> para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai
> seorang manusia
> yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya
> anda malu, karena
> penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki
> menelanjangi anda,
> membayangkan anda adalah objek syahwat dalam
alam
> pikirannya. Berharap
> anda melakukan lebih seksi, lebih... dan lebih lagi.
> Dan  anda tau apa
> kesimpulan yang ada dalam benak sang  lelaki?
> Yaitunya: anda bisa
> diajak untuk begini dan  begitu alias gampangan!
> 
>  Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah
> membuat diri anda
> tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda
> sendiri yang anda
> sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk
> terjadi pada diri
> anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh,
> pelecehan seksual atau
> mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya
> disalahkan? Saya
> yakin anda menjawabnya "lelaki" bukan? Oh betapa
> tersiksanya
menjadi
> seorang lelaki dijaman sekarang ini.
> 
>  Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau
> tidak ada yang jual.
> Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang
> nawarin. Apalagi
> barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan
> berebut untuk
> menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan
> penampilan seksi anda
> pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat
> ingin mencicipinya.
> 
> Begitulah
seharian tadi saya harus menahan
> penyiksaan pada mata ini.
> Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya.
> Saya ingin protes,
> tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus
> menikmatinya...? tapi saya
> sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini.
> Bagaimana nanti saya
> mempertanggungjawabkan nanti? sungguh dilema yang
> berkepanjangan dalam
> hidup saya.
> 
> Allah Taala telah berfirman: "Katakanlah kepada
> laki-laki yang beriman,
> Hendaklah mereka menahan
pandangannya dan memelihara
> kemaluannya", yang
> demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.
> Sesungguhnya Allah Maha
> Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah
> kepada wanita beriman
> "Hendaklah mereka menahan
pandangannya dan
> memelihara kemaluannya."
> (QS. An-Nuur : 30-31).
> 
> Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di
> ruangan kecil ini,
> duduk di depan komputer menyerap sekian juta
> elektron yang terpancar
> dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan
> mata ini. Biarlah mata
> saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya
> tak bisa pertanggung
> jawabkan nantinya. Jadi tak salah juga bukan? kalau
> saya paling malas
> diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang
> selalu menyajikan
> keseksian.
> 
> Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema
> seperti saya ini.
> Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar
> ada yang
takut dan
> bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita
> apakah akan selalu
> bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu
> lagi memikirkan mana
> yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa
> mengambil
kesimpulan
> menikmati pemadangan yang anda tayangkan?
> 
> So, berjilbablah ... karena itu sungguh nyaman,
> tentram, anggun,
> cantik, mempersona dan tentunya sejuk dimata.

 

Thanks Kak, insya 4JJ1, mdh2an bermanfaat^_^

2 Responses to “Ruah Fikir Seorang Lelaki (What R They Thinking About Us, Dear…)”

  1. SiLaban Says:

    Ditutup ato enggak tubuhnya wanita.., kalo emang dasar cowoknya ngeres.., tetep aja ngeres otaknya..

    Jangan menyalahkan wanita kalau ada pria yang nafsu liatin cewek. Yang salah itu cowoknya.., kok jadi ceweknya yang repot.

    Tuh cowok yang ngirim pesan keliatan.., gak pernah liat cewek. Liat rambut aja bisa horny.. buset dah.. !

    Ayo wanita.., berjuanglah..

  2. Desti Says:

    Haha,Laban!Aku(Wanita) akan trus berjuang…

    Yah…tp utk menghindari hal2 tak mengenakkan spt itu, wanitanya jg hrsnya “berpartisipasi” menjaga agar pandangan si cowok jgn sampe horny dunk!^_^

    Lagian nih co bermksd baek,menganjurkan wanita agar “protect herself,and build her inner beauty”…Thats all i think

Leave a Reply